Program MBG Mendorong Pemerataan Ekonomi Sampai ke Pedesaan

Bupati Jember Muhammad Fawait bersama Ketua BGN Nanik Sudaryati Deyang

Jember, Wartatransparansi.com – Bupati Jember Muhammad Fawaid ucapkan selamat atas di lantiknya Nanik Sudaryati Deyang sebagai ketua Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Republik Indonesi Prabowo Subianto., Senin(7/6/2026) malam.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember saya mengucapkan selamat kepada Bu Nanik sebagai Ketua BGN beserta Wakil Ketua BGN sekaligus selamat kepada beberapa orang lainnya, ucapannya.

Saya yakin Bahwa Nanik adalah orang yang punya integritas,dan kita tau Trakrecodnya beberapa setahun terakhir ini,jelasnya .

Menurut penuturan Gus Fawait sapaan akrab Bupati Jember, Ketua BGN kali ini adalah salah satu orang di BGN yang sangat lurus dan memegang teguh prinsip sehingga di harapkan dapur SPPG di harap bisa beroperasi sesuai SOP BGN.

“MBG bukan hanya program pemenuhan gizi semata ,bagi kami di daerah MBG adalah bisa mendorong ekonomi khususnya di pedesaan, sehingga produk produk petani bisa terserap maksimal oleh MBG,ungkapya

“Contoh dulu sebelum ada program MBG harga buah jeruk di wilayah Jember barat berkisar Rp.3000,namun saat ini setelah ada program MBG harga buah jeruk berkisar Rp10.000 hingga Rp.15.000 per kilogram,
hal itu akan berdampak kepada petani dan buruh tani, ungkapya.

Oleh karna itu kami Pemerintah Kabupaten Jember siap mensukseskan program MBG, imbuhnya.

Tak hanya itu dari penuturan Bupati Fawait, penerima MBG harus sesuai dengan yang di cita citakan oleh Presiden Republik Indonesia Probowo Subianto, khususnya bagi anak anak yang selama ini kurang terpenuhi pemenuhan gizinya .

“Dengan program MBG di harapkan para anak didik di seluruh Indonesia bisa belajar secara optimal, terangnya.

Selanjutnya kita juga akan bantu agar program MBG jangkauanya lebih luas lagi , baik bagi ibu hamil dan menyusui serta yang berhak menerima lainnya, seperti amanah presiden,terangnya.

Menurut keterangan Bupati yang paling penting dari program MBG adalah dari segi ekonomi, Presiden Republik Indonesia ingin membangun keadilan ekonomi yang merata.

“Kalau selama ini uang dari APBN hanya berputar di Jakarta,kurang lebih 70 persen, dengan adanya program MBG di harapkan bisa ada pemerataan ekonomi sampai ke daerah daerah, pungkasnya. (*)

Penulis: Sugito