SURABAYA, Wartatransparansi.com – Suasana Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Jawa Timur kali ini terasa lebih dari sekadar forum teknis. Pertemuan yang mempertemukan kader dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota itu menjadi ajang konsolidasi penting dalam memperkuat mesin partai menyongsong Pemilu 2029.
Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, menegaskan bahwa fokus utama Rakornis bukan hanya pada pembenahan struktur secara administratif, tetapi memastikan organisasi benar-benar hidup, kuat, dan berjalan konsisten di semua lini.
Menurutnya, kekuatan partai terletak pada struktur yang rapi, sumber daya manusia yang berkualitas, serta jejaring kader yang solid. Tanpa itu, visi, misi, dan program partai tidak akan berjalan efektif di tengah masyarakat.
“Bagaimana bisa bicara visi, misi, dan program kalau strukturnya tidak baik. Jika struktur penuh persoalan, bahkan justru menimbulkan konflik, maka pengurus akan sibuk dengan urusannya sendiri. Akibatnya, misi partai tidak akan tercapai,” tegasnya.
Ali Mufthi menambahkan, Golkar harus terus bergerak sebagai partai modern. Ciri utamanya adalah memiliki struktur hingga tingkat bawah, sistem koordinasi yang melekat, serta diisi oleh kader-kader yang kompeten dan berkapasitas.
“Yang paling penting adalah bagaimana struktur didesain agar mampu menjawab dinamika masyarakat. Struktur tidak boleh statis, harus adaptif dan diisi oleh SDM yang unggul dan kapabel,” ujarnya.
Dalam Rakornis tersebut, pembahasan juga mengarah pada langkah strategis menghadapi Pemilu 2029. Salah satu poin penting adalah penguatan peran saksi dari internal partai di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Bagi Ali, keberadaan saksi bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian dari penguatan mesin politik hingga ke tingkat desa dan kelurahan. Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan jejaring para calon legislatif (caleg) untuk memperkuat struktur partai di daerah.
“Jejaring yang dimiliki caleg adalah aset. Itu harus masuk dan memperkuat struktur inti partai,” jelasnya.
Secara umum, ia menilai struktur Golkar di Jawa Timur sudah cukup solid. Keterwakilan perempuan, pemuda, serta berbagai elemen masyarakat dinilai sudah baik, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, hingga kecamatan dan desa/kelurahan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa tantangan ke depan tidak ringan. Konsolidasi yang dibangun saat ini harus dijaga secara berkelanjutan agar tidak melemah menjelang momentum Pemilu 2029.
“Semangat ini tidak boleh berhenti hari ini. Harus terus dijaga dan diperkuat hingga 2029,” pungkasnya. (*)






