SURABAYA Wartatransparansi.com – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Timur menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi seluruh anggota DPRD dari Fraksi Golkar se-Jawa Timur, Senin (4/5/2026), di Hotel Vasa Surabaya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan peran legislator di tengah perubahan kebijakan yang kian dinamis.
Ketua Harian DPD Partai Golkar Jatim, Adi Wibowo, menegaskan bahwa bimtek tersebut difokuskan pada penguatan kualitas anggota fraksi agar tetap relevan dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Bimtek ini bertujuan menguatkan kapasitas sekaligus peran anggota fraksi Partai Golkar, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, agar semakin optimal di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Adi, derasnya dinamika global yang berdampak hingga ke level lokal menuntut anggota DPRD untuk terus beradaptasi dalam menjalankan fungsi legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
“Transformasi menjadi kunci, agar dinamika global dan nasional tidak menggerus peran fraksi di daerah,” tambahnya.
Sementara itu, Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim, Blegur Prijanggono, menjelaskan bahwa materi bimtek disusun secara komprehensif, termasuk penguatan pemahaman terkait tata kelola keuangan daerah.
“Kami menghadirkan materi dari BPK RI dan Kemendagri, khususnya terkait pengelolaan keuangan daerah, agar anggota DPRD mampu menjalankan fungsi pengawasan secara lebih akuntabel,” jelasnya.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jawa Timur, Pranaya Yuda, menilai peningkatan kapasitas menjadi kebutuhan mendesak di tengah cepatnya perubahan kebijakan pemerintah.

“Kebijakan terus berubah secara dinamis. Karena itu, anggota DPRD harus mampu bertransformasi mengikuti perkembangan, baik dari sisi kebijakan maupun tekanan global dan nasional,” katanya.
Ia berharap hasil bimtek tidak berhenti pada tataran teori, melainkan dapat diimplementasikan dalam kerja nyata di lapangan.
Melalui kegiatan ini, DPD Partai Golkar Jawa Timur menargetkan seluruh anggota DPRD dari fraksinya semakin adaptif, profesional, serta mampu menjalankan fungsi representasi secara maksimal di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. (*)






