Malang  

Pukulan Drum Band Tandai Pembukaan “Islamic Youth Leadership Training” Al Irsyad

Pembukaan "Islamic Youth Leadership Training", di Villa Bunda Lawang, Malang, Jumat malam (1/5/2026).

Kami Bukan Punya Nama Besar, tetapi Kami Punya Semangat Besar”

MALANG, Wartatransparansi.com – Lima pukulan drum band sebagai simbol Rukun Islam dan Lima pukulan sebagai simbol Pancasila sebagai pertanda pembukaan “Islamic Youth Leadership Training”, di Villa Bunda Lawang, Malang, Jumat malam (1/5/2026).

Ali bin Seff, Ketua Panitia bahwa penyelenggaraan “Islamic Youth Leadership Training”, karena niat untuk mendapatkan kader yang maksimal dan bermutu.

“Kita semangat dan berlangsung mulai malam ini, karena ingin memutuskan generasi yang lama tidak mendapat pengkaderan dengan niat mendapat leader baru, kita semangat dan semangat,” katanya.

Harapannya, lanjut dia, dalam waktu yang singkat peserta akan belajar bersama dengan tekun dan baik, apalagi pemateri berkelas.

Sementara Ketua PC Al Irsyad Al Islamiyyah Surabaya, Salim Syarif Basrewan ST menegaskan bahwa Training pengkaderan untuk Al Irsyad, kehadiran senior wujud dukungan atas kepengurusan 2025-2030.

“Training ini berlangsung, kami bukan punya nama besar, tetapi kami punya semangat besar,” katanya.

Kepada Wartatransparansi.com Salim menegaskan bahwa pengkaderan calon kader sudah hampir 20 tahun lebih tidak diadakan. Sehingga ada generasi yang putus mengurus Al Irsyad Al Islamiyyah.

“Yang jelas peserta yang kami banggakan, training ini bertujuan penguatan pembentukan karakter berorganisasi dan semangat ukhuwah Islamiyyah,” tandas, Salim usia pembukaan, Jum’at malam (1/5/2026), di Villa Bunda Lawang, Malang.

Ahmad Riyadh UB PhD memberikan gambaran bahwa Training “Islamic Youth Leadership Training” Al Irsyad dengan memotong generasi, maka harus melihat sesuatu seperti naik mobil, maka kaca depan lebih besar dan punya jangkauan luas, seperti spion hanya kadang-kadang saja dilihat sebagai cerita masa lalu.

Sehingga, lanjut Riyadh, membentuk kader ke depan dengan membekali konten kreator kader Al Irsyad, youtuber kader Al Irsyad dengan mengedepankan persatuan, akhlaq, pemurnian tauhid, ilmu pengetahuan.

Sekitar 50 peserta kaset muda Al Irsyad mengikuti Pembelaan sengan menghadir narasumber nasional Ahmad Riyadh

Riyadh menjelaskan, pendidikan sesuai dengan kebutuhan sekarang dan ke depan, akan melahirkan tokoh muslim yang menjadi penjaga kaum muslimin, karena menguasai keilmuan, ekonomi, kekayaan alam, kebijakan publik, yang bermanfaat bagi publik.

Salah satu kisah, Wakil Perdana Menteri pada masa Kabinet Wilopo (1953-1954), sekaligus Ketua Partai Politik Masyumi sebelum dibubarkan, Prawoto Mangkusasmito, adalah politikus yang tidak punya rumah, sinergi positif antartokoh nasional lintas agama dan lintas parpol, gotong royong membantu membelikan rumah dengan menjaga kemurnian pendapat masing-masing, sehingga saling menyembunyikan bantuan, termasuk KH Wachid Hasyim dari Nahdlatul Ulama (NU).

KH Wachid Hasyim tidak mau kalau diketahui Prawoto ikut menyumbang nanti tidak mengkritik NU. Sinergi dalam menjaga kekayaan alam Indonesia dan kebaikan bangsa juga negara, harus murni karena untuk memperjuangkan kepentingan umat. (*)

Penulis: Djoko Tetuko