BLITAR, WartaTransparansi.com – Warga RT 2 dan 3 RW 2 Dusun Tunggorono, Desa Kalimanis, Kecamatan Doko keluhkan bau busuk kotoran ayam petelur yang mengganggu lingkungan.
Menurut warga sekitar, bau tidak sedap terjadi pada malam hari dan ketika hujan. Hal ini sangat meresahkan warga sekitar.
“Bahu tidak sedap ini akibat salah satu warga Dusun Tunggorono yang memelihara ayam petelur. Bau busuk disebabkan oleh kotoran ayam petelur tersebut,” jelas warga.
Bukan hanya bau tidak sedap saja, akan tetapi kotoran yang menumpuk menghasilkan bau amonia yang menarik lalat, serta mengganggu kesehatan lingkungan.
“Kotoran ayam petelur memiliki dampak signifikan, terutama menimbulkan bau menyengat yang mencemari udara, mengundang populasi lalat. Hal ini akan berpotensi menyebarkan penyakit karenajika kotoran ayam tidak dikelola dengan baik,” papar warga.
Sementara itu dari pihak aparat Desa Kalimanis menyebut, permasalahan ini akan dibicarakan secara kekeluargaan antara pemilik kandang ayam dan masyarakat sekitar.
“Atas keluhan dari masyarakat terkait kotoran ayam ini dalam waktu dekat selalu pihak Desa akan memanggil pemilik kandang dan warga yang terdampak,” jelas perangkat Desa Kalimanis.
Setelah pertemuan nanti semoga ada titik temu dan ada solalusi terkait bau kotoran yang tidak sedap itu. Pihak Desa menghimbau agar masyarakat untuk menahan diri agar suasana menjadi kondusif.
Sampai berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari pihak pengelola kandang ayam petelur. (*)












