BANYUWANGI, wartatransparansi.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026/1447 H, salah satu pemasok sapi super unggulan dan berkuwalitas ‘UD Amelia’ milik Agus Supriyadi di Jalan Yos Sudarso Gang Perwin 19, Lingkungan Tanjung, Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Memastikan kesiapan suplai untuk memenuhi kebutuhan pasar.
UD Amelia tidak sekedar menjual saja, tapi mengutamakan kualitas sapi ‘super’ yang siap bersaing di pasaran luar daerah. Setiap sapi yang masuk dipastikan telah melalui proses perawatan ekstra, termasuk dua kali vaksinasi.
“Kalau kami kesehatan jadi prioritas utama, padahal dari pemasok sudah vaksin, sampai sini kita vaksin lagi. Jadi lebih aman dan terjamin,” ungkap Agus Supriyadi, Senin (20/4/2026).
Kualitas sapi tetap prima hingga ke tangan pembeli. Maka dari itu, kebersihan kandang menjadi perhatian serius. UD Amelia rutin melakukan penyemprotan disinfektan untuk menjaga lingkungan tetap higienis dan mencegah penyebaran penyakit.
Upaya menjaga kualitas ini sejalan dengan tingginya permintaan yang terus berdatangan, bahkan dari luar Pulau Jawa. menurut Agus permintaan sapi menjelang Hari Raya Idul adha tahun ini mencapai ribuan ekor, meskipun masih terkendala pada sistem pembayaran dari sebagian pembeli baru.
“Kebutuhan luar biasa terutama dari Jakarta, Tapi memang kondisi ekonomi membuat banyak yang belum siap secara pembayaran. Jadi kami lebih fokus kepada pelanggan yang lama,” ujarnya.
Dalam operasionalnya, UD Amelia mampu mengirimkan sapi 3 sampai 5 truk setiap hari, Secara keseluruhan distribusi bisa mencapai ribuan ekor dalam sebulan, dengan jangkauan pengiriman ke Malang, Surabaya, Solo, Jakarta, Kalimantan, hingga Palembang.
Untuk harga, sapi hidup dengan berat kurang dari 300 kilogram dipatok Rp. 65 ribu per kilogram. Sementara harga per ekor sapi bali antara Rp.15 juta-Rp.40 juta, dan untuk sapi jenis limosin Rp35 juta-Rp100 juta per ekor.
Di antara berbagai jenis, sapi Bali tetap menjadi primadona. Selain ketersediaannya yang melimpah, kualitas dagingnya dinilai lebih unggul dan alami.
“Kami memilih sapi Bali karena kualitas dagingnya paling bagus, Untuk pakan cukup rumput dan air putih, tanpa campuran seperti di Jawa yang menggunakan bahan tambahan seperti ampas tahu atau konsentrat. Itu yang menjadi perbedaannya,” jelas Agus. (*)












