Surabaya, Wartatransparansi.com – Upaya meningkatkan kualitas wasit kompetisi Super League dan Liga 2 (Liga Nusantara) Wakil Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, konsisten melakukan evaluasi dengan melakukan breafing dengan wasit melalui komunikasi online.
Pernyataan Ogawa disampaikan saat memberikan Workshop Laws of the Game sepak bola bersama wartawan olahraga di Surabaya dan Jatim serta keluarga besar Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK), di lantai 2 Ruang Studio U5, FIKK UNESA Surabaya, Sabtu (18/4/2026).
Salah satu dari 9 item Laws of the Game Awareness, ialah importance of Physical Fitness in Modern Football dan Identification of Challenges & Its Severity (Fouls), “Bahwa fisik wasit prima sangat dibutuhkan, termasuk dalam mengambil posisi yang wajar,” kata Ogawa yang diterjemahkan Andes, staf Komite Wasit PSSI.
Khusus identifikasi kasus-kasus pertandingan, Ogawa mengajak diskusi dan peserta diminta berpendapat, kemudian membedah kasus satu per satu dengan detail, termasuk membedakan benturan wajar dengan tidak wajar. Benturan atau pelanggaran pada bagian kaki yang berbahaya.
“Juga pelanggaran atau gol dalam berbagai kasus, juga posisi asisten wasit yang tidak tepat mengikuti pergerakan bola, sehingga tidak bisa melihat offside atau onside. Bagi wasit kalau dievaluasi tidak berubah diturunkan ke level lebih rendah,”
Ditegaskan, hanya di Indonesia ada pemberitaan atas hukuman wasit. Padahal di Komite Wasit sifatnya membangun wasit, katagori SP, Championshif dan Liga Nusantara serta kompetisi di bawahnya. “Saya sudah minta pak Eric Thohir menghentikan berita soal hukuman wasit di media,” kata Ogawa.
Terhadap kesalahan wasit dan asiten wasit, yang tidak berubah setelah dibangun, diturunkan levelnya. Bahkan sampai dicabut lesensinya. “Saya kelihatan baik di sini, tetapi kalau wasit tidak disiplin akan kami keluarkan atau kami parkir,” tandas Ogawa.
Data Kasus Pertandingan
Ogawa juga memberikan gambaran data kasus pertandingan, baik Liga 1 atau Super League juga Liga 2.
Data Liga 1 2024-2025 dari 243 pertandingan, 223 kasus pertandingan 200 (90,0 %) keputusan wasit benar dan 23 (10,0 %) tidak benar. Penggunaan VAR 149.
Data Liga Super 2025-2026 dari 243 pertandingan, 283 kasus pertandingan 255 (90,1 %) keputusan wasit benar dan 23 (9,9 %) tidak benar. Penggunaan VAR 167.
Selain, membangun wasit harus pada posisi yang tepat dan keputusan benar. Juga mampu membedakan
kontak yang wajar dengan kontak yang tidak wajar (tidak alami /tidak natural)
Ogawa sangat mengharapkan, media tidak mendukung salah satu klub, “Idealnya. Wartawan untuk mendukung kemajuan sepakbola harus memahami sepakbola secara keseluruhan dan netral,” katanya.
Harapan lain, kata Ogawa, semua pihak yang terlibat harus menghargai keputusan wasit, tetapi harus obyektif menilai keputusan wasit.
Secara khusus, sebelum mengakhiri workshop Ogama minta wartawan menulis di media tentang upaya membangun sepakbola dan melindungi wasit, menjaga pemain, dan bersikap fair play supaya masyarakat mendukung perkembangan prestasi sepakbola di Indonesia. (*)












