IPSI Jawa Timur Matangkan Kualitas SDM melalui Penataran Pelatih dan Juri Festival Pencak Silat 2026

Ilustrasi Pencak Silat Jatim

MALANG – Pengurus Provinsi Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Jawa Timur akan menggelar Penataran Pelatih dan Juri Festival Pencak Silat Jawa Timur 2026 di Kota Malang pada 4-5 Juli 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya IPSI Jatim dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang kepelatihan dan perwasitan, khususnya untuk pengembangan pencak silat tradisi.

Penataran tersebut dipimpin oleh Drs. Parso Adiyanto selaku Ketua Pelaksana. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang seragam kepada para pelatih dan juri terkait regulasi terbaru yang diterbitkan IPSI Pusat.

Parso Adiyanto menjelaskan, penyamaan persepsi menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut. Selain itu, penataran juga bertujuan meningkatkan kompetensi peserta sekaligus menstandarisasi metode pembinaan atlet dan sistem penilaian dalam festival pencak silat.

Tidak hanya menyasar para juri, penataran ini juga memberikan perhatian khusus kepada pelatih pencak silat tradisi. Melalui program tersebut, para pelatih diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dalam menyusun koreografi, memperkuat aspek estetika pertunjukan, hingga mengembangkan unsur musikalisasi yang menjadi bagian penting dalam festival pencak silat tradisi.

“Melalui penataran ini kami ingin memastikan pelatih dan juri di seluruh Jawa Timur punya pemahaman yang sama. Ini kunci agar pembinaan atlet berjalan baik dan pertandingan festival berjalan adil, sportif, serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur pencak silat,” kata Parso Adiyanto.

Peserta kegiatan berasal dari pelatih dan calon juri yang merupakan utusan Pengurus Cabang IPSI kabupaten/kota se-Jawa Timur. Mereka akan mengikuti materi dan evaluasi yang telah disusun oleh panitia sesuai standar yang berlaku.

Peserta yang dinyatakan lulus nantinya akan memperoleh sertifikat resmi dari IPSI Provinsi Jawa Timur. Sertifikat tersebut menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan penugasan dalam berbagai kegiatan dan kejuaraan resmi yang diselenggarakan IPSI.

Melalui penataran ini, IPSI Jatim menargetkan lahirnya pelatih yang memiliki kompetensi dan karakter kuat, serta juri yang profesional dan berintegritas. Dengan kualitas SDM yang semakin baik, prestasi pencak silat Jawa Timur di tingkat nasional maupun internasional diharapkan dapat terus meningkat.

Di sisi lain, pelaksanaan Festival Pencak Silat Jawa Timur 2026 juga diproyeksikan menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali pembinaan pencak silat tradisi. IPSI Jatim menilai pengembangan cabang tersebut masih memerlukan perhatian lebih, baik dari sisi pembinaan maupun dukungan fasilitas.

Keberadaan festival dan penataran ini diharapkan mampu mendorong terbentuknya ekosistem pencak silat tradisi yang lebih kuat dan berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting mengingat belum banyak daerah di Indonesia yang secara serius mengembangkan serta memfasilitasi pertumbuhan pencak silat tradisi.

“Ya, semoga penataran ini menjadi awal berkembangnya pencak silat tradisi yang selama ini belum tergarap secara optimal,” tambah Parso Adiyanto. (*)

Penulis: Fahrizal ArnasEditor: Amin