KEDIRI WartaTransparansi.com – Malam pesta Dhoho Night Carnival 2026, yang akan dilaksanakan pada Minggu (26/7) akhir pekan ini, bukan hanya soal parade. Di balik gemerlap kostum dan atraksi, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri berpacu menyiapkan rekayasa lalu lintas agar denyut aktivitas kota tetap berjalan. Akses menuju Stasiun Kediri, rumah sakit, hingga kawasan perdagangan disiapkan melalui jalur alternatif sehingga perayaan tahunan itu tidak melumpuhkan mobilitas masyarakat.
Gelaran Dhoho Night Carnival (DNC) diprediksi menarik jumlah pengunjung lebih besar dibandingkan penyelenggaraan tahun lalu. Kondisi tersebut mendorong Dishub Kota Kediri bersama Polres Kediri Kota, Satpol PP, dan Event Organizer (EO) mematangkan skema pengamanan lalu lintas, penempatan personel, penyediaan kantong parkir, hingga jalur khusus kendaraan darurat.
Kepala Dishub Kota Kediri, Arief Cholisudin, mengatakan seluruh rekayasa lalu lintas telah disusun dan disosialisasikan kepada masyarakat melalui media sosial. Langkah itu diharapkan memberi kesempatan kepada pengguna jalan untuk menyesuaikan rute perjalanan sebelum pelaksanaan DNC.
“Untuk persiapannya, kita kan sudah membuatkan manrek ya, yang kita sudah unggah di medsos. Yang nanti gunanya biar masyarakat tahu nanti seperti apa pelaksanaan dari DNC, kaitannya utamanya untuk pengamanan jalurnya,” kata Arief Cholisudin, Jumat 24 Juli 2026.
Menurut Cholis, petugas gabungan akan ditempatkan di sejumlah simpang dan ruas jalan yang diperkirakan menjadi titik kepadatan kendaraan. Koordinasi dengan penyelenggara juga terus dilakukan agar jadwal parade, pergerakan peserta, dan pengaturan arus kendaraan dapat berjalan selaras selama acara berlangsung.
Untuk mendukung kelancaran DNC, Dishub menetapkan Jalan Diponegoro sebagai area persiapan peserta. Kendaraan peserta diarahkan parkir di kawasan SMP Negeri 1 Kediri. Sementara masyarakat umum dapat memanfaatkan kantong parkir di sekitar Kantor Pos dekat Taman Brantas, sedangkan Gedung Nasional Indonesia (GNI) dikhususkan bagi tamu undangan.
“Untuk kantong resmi yang untuk peserta DNC, itu untuk persiapan ya, daerah persiapannya nanti kan pakai Jalan Diponegoro. Kemudian nanti kalau yang ada kendaraan, yang bawa kendaraan, nanti ketika masih butuh persiapan ada di SMPN 1 Kediri. Kalau untuk yang tamu, kemudian masyarakat, itu kalau yang di sisi jembatan dekatnya Taman Brantas, itu ada di Kantor Pos dan GNI. Tapi kalau GNI ini khusus undangan ya, kalau masyarakat nanti di Kantor Pos,” paparnya.
Dishub juga mengingatkan warga yang membuka parkir swadaya di sekitar lokasi acara agar tidak menggunakan kedua sisi jalan. Penggunaan satu sisi jalan dinilai lebih efektif menjaga kelancaran arus kendaraan. Selain itu, warga diminta tidak menetapkan tarif parkir secara berlebihan.
“Kalau parkir itu sebenarnya berbayar kalau event-event kayak gini. Tapi ini di luar dari Dishub, dalam arti tidak ditarik oleh Pemerintah Kota, tapi istilahnya warga yang membantu untuk keamanan, monggolah bisa diberikan nilai yang sepantasnya. Kami sudah menghimbau untuk tidak terlalu tinggi untuk memungut,” tegas Cholis.
Selain mengatur parkir, Dishub memastikan akses menuju Stasiun Kediri tetap tersedia. Penumpang kereta api dapat melalui Jalan Hayam Wuruk, kemudian masuk ke akses PT KAI atau Jalan PJKA menuju Jalan Stasiun. Alternatif lain dapat ditempuh melalui kawasan Kediri Town Square (Ketos), sehingga aktivitas naik dan turun penumpang tetap berjalan selama pelaksanaan DNC.
“Untuk yang stasiun, yang jelas sudah kita siapkan di jalur alternatifnya. Nanti penumpang KAI itu masih bisa mendekati kereta api itu lewat Jalan Hayam Wuruk mas. Nanti kemudian masuk di jalan kereta api PT KAI itu yang ke selatan, nanti masuk ke bongkaran yang ada di Jalan Stasiun (yang di Loko itu). Itu nanti bisa melalui Jalan PJKA, itu kita perkenankan untuk ke arah selatan, kemudian putar masuk kemudian keluar lagi di Jalan Hayam Wuruk atau mau melalui Ketos. Asalkan nanti masih di bawah 5 menit diperkenankan tidak bayar,” terang Cholis.
Layanan darurat juga menjadi perhatian utama. Dishub memastikan ambulans maupun mobil pemadam kebakaran tetap mendapat prioritas melintas. Begitu pula akses menuju RS Bhayangkara yang tetap dibuka dari arah utara sehingga pelayanan kesehatan tidak terganggu.
“Khusus ambulans, nanti bisa akses dari utara maupun selatan tetap bisa kalau ambulan, cuman kalau istilahnya melalui jalurnya DNC, ini kalau memang terpaksa ya tetap bisa, nanti kita upayakan bisa dibuka kalau memang terpaksa. Tapi kalau ada pemadam kebakaran kan kita memang harus ke titik lokasinya,” tambahnya.
Melihat persiapan yang semakin matang serta promosi yang lebih masif, Cholis optimistis jumlah pengunjung DNC tahun ini akan meningkat. Ia mengajak masyarakat mematuhi rekayasa lalu lintas dan arahan petugas demi menjaga kelancaran acara sekaligus memastikan aktivitas warga tetap berjalan normal.
“Ini kayaknya melebihilah dibanding tahun yang kemarin, karena ini persiapannya, kemudian dari sisi tema yang diangkat, promosi dari pelaksanaan kegiatannya kan lebih masif. Dan ini semoga saja nanti antusiasme masyarakat bisa banyak. Kaitannya dengan rekayasa lalu lintas ini benar-benar kita harus disiplinkan,” pungkas Cholis.(*)







