Blitar, WartaTransparansi.com – Hadiri pengurus baru PDHI, Wakil Bupati Blitar Beky Herdihansah minta dokter hewan menjadi komandan lapangan peternakan terintregrasi pengawasan rantai produksi.
Hal ini dikatakannya saat menghadiri Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Jawa Timur VIII resmi melantik pengurus baru di Hotel Santika Blitar, Rabu (15/04/2026).
Dalam acara sosialisasi tersebut organisasi ini menyoroti satu target utama yaitu perkuat posisi dokter hewan sebagai ujung tombak sistem peternakan terintegrasi.
Beky Herdihansah yang akrab disapa Mas Beky, memberikan pernyataan tegas. Ia menuntut dokter hewan tidak hanya menangani sakit ternak, tetapi juga memimpin pengawasan rantai produksi secara menyeluruh.
“Dokter hewan harus menjadi komandan lapangan. Mereka bertanggung jawab dari kesehatan kandang hingga keamanan pangan yang sampai ke masyarakat,” tuturnya.
Dikatakannya,Kabupaten Blitar merupakan sentra peternakan unggas terbesar di kawasan itu dan mengingatkan bahwa satu celah dalam pengawasan dapat memicu wabah dan meruntuhkan stabilitas produksi. Pihaknya meminta PDHI segera membangun sistem deteksi dini berbasis lapangan.
Selain masalah penyakit, Beky juga menyoroti bahaya laten dari penyalahgunaan antibiotik pada ternak. Menurutnya, dokter hewan wajib mengawasi penggunaan obat secara ketat. Jika tidak, residu obat dalam daging dan telur dapat membahayakan kesehatan masyarakat dalam jangka panjang.
“Jangan sampai produksi naik, tapi masyarakat justru sakit. Dokter hewan memegang kunci keseimbangan itu,” urainya.
Pemerintah daerah siap mendukung pengembangan layanan veteriner di tingkat lokal. Namun, ia menekankan bahwa PDHI-lah yang harus merumuskan standar teknis dan memastikan peternak mengakses layanan tersebut dengan mudah.
Ketua PDHI Cabang Jawa Timur VIII, Riris Dian Wiwahyu, menyambut tantangan itu. Ia menyatakan bahwa pihaknya akan mengubah pendekatan dari reaktif menjadi proaktif.
“Kami tidak akan menunggu laporan penyakit. Kami akan terjun langsung mendampingi peternak dalam biosekuriti, manajemen pakan, dan pengendalian risiko,” ungkap Riris.
Ia menambahkan, tren peternakan masa depan membutuhkan dokter hewan sebagai konsultan produksi. Karena itu, PDHI akan melatih anggotanya untuk menguasai efisiensi dan kualitas hasil, bukan sekadar keterampilan medis dasar.
Kolaborasi antara PDHI dan Pemkab Blitar kini memasuki babak baru. Kedua pihak sepakat bahwa sektor peternakan setempat harus unggul dalam produksi sekaligus keamanan pangan. Dengan penguatan peran dokter hewan, Blitar siap meningkatkan daya saing daerah melalui produk peternakan yang sehat dan bebas risiko. (*)












