banner 400x130

Ubaya Gelar Lomba Peneliti Belia Jatim 2026, 180 Riset Pelajar Dipresentasikan

Universitas Surabaya (Ubaya) berkolaborasi dengan Center for Young Scientists (CYS) menggelar Lomba Peneliti Belia Jawa Timur (LPB Jatim) 2026. (Foto: Ist)

SURABAYA – Universitas Surabaya (Ubaya) berkolaborasi dengan Center for Young Scientists (CYS) menggelar Lomba Peneliti Belia Jawa Timur (LPB Jatim) 2026. Ajang yang menjadi wadah pengembangan kreativitas dan kemampuan riset generasi muda ini menghadirkan 180 judul penelitian yang disusun oleh 339 peserta dari 83 sekolah menengah di berbagai daerah di Jawa Timur.

Kegiatan tersebut resmi dibuka pada Jumat (30/10/2026) di Gedung Perpustakaan Lantai 5, Kampus Ubaya Tenggilis, Surabaya. Sebanyak 180 penelitian yang dipresentasikan peserta terbagi dalam 10 bidang keilmuan, yakni Matematika, Fisika, Komputer, Lingkungan, Ilmu Hayati, Ekonomi, Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Psikologi.

Direktur Center for Young Scientists (CYS), Monika Raharti, Ph.D., mengatakan, Lomba Peneliti Belia tidak semata-mata menjadi ajang kompetisi untuk menunjukkan kemampuan peserta. Lebih dari itu, kegiatan ini dirancang sebagai forum ilmiah yang memberikan kesempatan kepada para pelajar untuk saling bertukar pengetahuan, menyampaikan gagasan, serta belajar dari hasil penelitian peserta lainnya.

“Walaupun disebut lomba, kegiatan ini sebetulnya adalah sebuah konferensi yang sejatinya menjadi tempat berbagi pengetahuan satu sama lain. Jadi, peserta sekalian hendaknya mau belajar dari karya orang lain dan berdiskusi dengan para pakar,” tuturnya.

Menurut Monika, penyelenggaraan kegiatan ini juga bertujuan menjembatani minat dan potensi penelitian para siswa dengan lingkungan akademik di perguruan tinggi. Melalui kolaborasi dengan Ubaya, para peserta diharapkan dapat mengenal lebih dekat ekosistem penelitian sekaligus memperoleh pengalaman dalam mengembangkan riset secara lebih mandiri.

Ia menilai, berbagai penelitian yang dihasilkan para pelajar menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepekaan terhadap persoalan yang berkembang di lingkungan sekitarnya. Bahkan, dengan usia yang relatif muda, mereka sudah mampu merumuskan gagasan dan pendekatan untuk menjawab berbagai persoalan melalui penelitian yang didukung data.

“Dengan usia yang masih sangat muda, para peserta sudah dapat menghasilkan metode pemecahan masalah yang bertanggung jawab dan dapat dibuktikan melalui sebuah riset dan data yang valid,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Lomba Peneliti Belia 2026, Yuan Yovita Setiawan, M.Psi., Psikolog, berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang bagi para pelajar untuk mengembangkan rasa ingin tahu dan keberanian dalam mengkritisi berbagai fenomena di sekitarnya.

Menurutnya, kemampuan mempertanyakan suatu persoalan, mengumpulkan informasi, hingga menyusun kesimpulan berdasarkan bukti merupakan bagian penting dalam membangun pola pikir ilmiah. Kemampuan tersebut perlu ditumbuhkan sejak bangku sekolah agar para siswa terbiasa berpikir kritis, kreatif, dan solutif.

“Lomba ini menjadi ruang untuk mengembangkan rasa ingin tahu, berpikir kritis, dan menghasilkan gagasan yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kiranya, semangat Anda tidak berhenti pada kompetisi hari ini, namun terus bertumbuh menjadi budaya berpikir kritis, kreatif, dan berbasis bukti di kalangan generasi muda,” jelasnya.

Mewakili Rektor Ubaya, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Ubaya, Prof. Suyanto, Ph.D., turut menekankan pentingnya kegiatan penelitian sebagai bagian dari proses pendidikan. Menurutnya, riset tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga melatih siswa membangun pola pikir sistematis, mengenali persoalan, dan mencari solusi berdasarkan fakta.

Ia menjelaskan, proses penelitian sesungguhnya berangkat dari kebiasaan sederhana yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan mengamati, bertanya, mencari informasi, dan menguji suatu dugaan merupakan fondasi penting dalam membangun kemampuan riset.

“Sebenarnya, seluruh proses dalam melakukan kajian itu sudah biasa kita lakukan sehari-hari. Dari hasil penelitian adik-adik semua dengan bimbingan yang sangat potensial dari para guru, riset ini bisa menjadi sebuah ide yang terus dikembangkan ketika akan masuk ke dunia universitas,” paparnya.

Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi dan potensi akademik para peserta, Ubaya juga menyiapkan beasiswa pendidikan bagi para pemenang dari jenjang sekolah menengah atas (SMA) yang nantinya melanjutkan studi di Ubaya. Dukungan tersebut diharapkan dapat mendorong para peneliti muda untuk terus mengembangkan kemampuan dan minat riset hingga ke jenjang pendidikan tinggi.

Dalam pelaksanaannya, seluruh penelitian peserta dinilai oleh 30 dewan juri yang terdiri atas 24 dosen Ubaya dan enam dosen Universitas Negeri Malang (UM). Penilaian dilakukan melalui dua tahapan utama, yakni penyajian poster ilmiah dan presentasi lisan di hadapan dewan juri.

Setiap bidang penelitian akan memberikan penghargaan kepada enam tim terbaik, mulai dari juara pertama, juara kedua, juara ketiga, hingga juara harapan satu, dua, dan tiga. Sistem penilaian tersebut diharapkan mampu memberikan apresiasi terhadap kualitas penelitian sekaligus kemampuan peserta dalam menyampaikan hasil kajiannya secara ilmiah.

Tidak berhenti pada penghargaan di tingkat provinsi, para peserta yang berhasil meraih juara pertama hingga ketiga di masing-masing bidang juga berkesempatan membawa nama Jawa Timur ke tingkat nasional. Mereka akan dipersiapkan untuk mengikuti Lomba Peneliti Belia Nasional 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Gading Serpong, Tangerang.

Melalui penyelenggaraan Lomba Peneliti Belia Jatim 2026, Ubaya dan CYS berharap semakin banyak pelajar yang tertarik menekuni dunia penelitian. Ajang ini sekaligus menjadi upaya menumbuhkan budaya ilmiah sejak dini, sehingga generasi muda tidak hanya mampu mengenali persoalan di sekitarnya, tetapi juga menghadirkan gagasan dan solusi yang dapat dipertanggungjawabkan.

Penulis: FahrizalEditor: Redaksi