banner 400x130

Wisuda ke-122 Unesa, 48 Persen Lulusan Sudah Bekerja dan 10 Persen Siap Lanjut Studi

Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan

SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mewisuda sekitar 1.500 lulusan pada Wisuda ke-122, Sabtu (26/9/2026). Di tengah perubahan dunia kerja dan perkembangan teknologi yang semakin cepat, para lulusan didorong untuk tidak berhenti belajar setelah menyandang gelar sarjana.

Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan mengatakan, tantangan yang dihadapi lulusan perguruan tinggi saat ini tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik. Integritas, karakter, daya saing, serta kemampuan beradaptasi menjadi bekal penting untuk menghadapi perubahan dan ketidakpastian.

“Wisudawan yang ke-122 ini kita memang menyiapkan segala sesuatunya agar mereka punya jiwa integritas, berkarakter, dan berdaya saing,” kata Nurhasan.

Menurutnya, lulusan Unesa diharapkan tidak sekadar menjadi pencari kerja. Mereka juga didorong mampu menciptakan lapangan pekerjaan sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Untuk mendukung hal tersebut, Unesa membekali mahasiswa dengan beragam kompetensi. Mulai dari kemampuan pengelolaan, pendampingan psikologi, hingga pengetahuan di bidang akuntansi.

Kampus juga menyiapkan berbagai workshop untuk memperkuat kapasitas lulusan sehingga mereka dapat mengambil peran dalam berbagai program pembangunan.

“Harapannya melalui itu, kita siapkan betul mereka nanti sebagai pendamping agar program pemerintah berjalan baik dan lancar,” ujarnya.

Hampir Separuh Lulusan Sudah Bekerja

Wakil Rektor I Unesa Prof. Dr. Martadi mengungkapkan, hasil tracer study terhadap peserta wisuda menunjukkan bahwa sebagian lulusan telah memasuki dunia kerja.

Dari sekitar 1.500 wisudawan, sebanyak 48 persen tercatat sudah mendapatkan pekerjaan. Sementara itu, sekitar 10 persen lainnya memiliki rencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister maupun doktor.

“Yang menggembirakan adalah 48 persen dari wisudawan yang hari ini diwisuda itu sudah mendapatkan pekerjaan. Kemudian ada 10 persen di antara mereka yang ingin studi lanjut ke S2 dan S3,” ujar Martadi.

Dari sisi akademik, rata-rata indeks prestasi kumulatif (IPK) wisudawan pada periode ini berada di kisaran 3,8 hingga 3,9.

Lulusan dengan capaian akademik tinggi juga akan dipetakan untuk dihubungkan dengan program Bina Talenta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Program tersebut menjadi salah satu jalur pengembangan bagi lulusan berprestasi, termasuk melalui berbagai program pengembangan kompetensi dan beasiswa.

Unesa Siapkan Beasiswa bagi Lulusan Berprestasi

Tak hanya mendorong lulusan segera memasuki dunia kerja, Unesa juga membuka kesempatan bagi wisudawan berprestasi untuk melanjutkan pendidikan.

Rektor Unesa Nurhasan mengatakan, kampus memberikan fasilitas beasiswa pendidikan lanjutan sebagai bentuk apresiasi kepada lulusan yang memiliki prestasi akademik maupun potensi pengembangan diri.

Setiap pelaksanaan wisuda, sekitar 12 wisudawan berprestasi mendapatkan kesempatan memperoleh fasilitas tersebut.

“Pemberian beasiswa itu salah satu bentuk apresiasi kita kepada putra-putri wisudawan yang luar biasa dan kita sadar bahwa itu adalah aset negara,” kata Nurhasan.

Menurutnya, fasilitas pendidikan lanjutan juga diberikan kepada sivitas akademika Unesa, termasuk dosen dan pegawai, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Semua pegawai dikuliahkan S2 dan S3. Dan di Unesa gratis. Apalagi alumni yang hebat-hebat itu kita beri gratis agar mereka mendapatkan peluang untuk meningkatkan itu,” ujarnya.

Nurhasan menilai, lulusan berprestasi merupakan aset yang perlu terus dikembangkan. Terlebih, sebagian lulusan terbaik Unesa sebelumnya juga mendapat kesempatan memperoleh beasiswa dari perguruan tinggi di luar negeri.

Karena itu, dukungan studi lanjut diharapkan dapat memberikan ruang bagi para lulusan untuk memperdalam kompetensi sekaligus membuka peluang kontribusi yang lebih besar bagi masyarakat dan Indonesia.

Menghadapi perkembangan teknologi dan transformasi digital yang berlangsung cepat, Nurhasan berpesan agar para wisudawan menjadikan momentum kelulusan sebagai awal untuk terus meningkatkan kapasitas diri.

“Harapannya mereka tetap semangat untuk selalu belajar, belajar, dan belajar. Karena perubahan begitu cepat, transformasi digital begitu cepat, sehingga kita tambah ilmu yang lebih tinggi lagi, S2 maupun S3,” pungkasnya. (*)

Penulis: Fahrizal Arnas