banner 400x130

BPOM Perluas Edukasi Keamanan Pangan, Sembilan Sekolah Surabaya Didorong Jadi Penggerak MBG

SURABAYA, Wartatransparansi.com — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperkuat perannya dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mendorong terbentuknya budaya keamanan pangan di lingkungan sekolah. Strategi tersebut dilakukan dengan membekali sekolah agar mampu menjalankan edukasi keamanan pangan secara mandiri.

Melalui Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Surabaya, BPOM membangun kapasitas Kader Keamanan Pangan Sekolah yang nantinya menjadi ujung tombak penyebarluasan informasi mengenai pangan aman kepada siswa dan warga sekolah.

Langkah tersebut salah satunya terlihat dalam pelaksanaan Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) mandiri di SMAN 18 Surabaya, Rabu (27/8/2026). Kegiatan ini memberikan pemahaman kepada siswa mengenai pentingnya memilih, menangani, dan mengonsumsi makanan secara aman.

Bagi BPOM, penguatan kapasitas sekolah menjadi bagian penting untuk memastikan dukungan terhadap MBG tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan gizi. Aspek keamanan pangan juga harus menjadi perhatian agar makanan yang dikonsumsi peserta didik benar-benar aman.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menekankan posisi keamanan pangan sebagai salah satu faktor penentu keberhasilan program MBG.

“Keamanan pangan menjadi salah satu kunci keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Taruna Ikrar.

Perkuat Kader Lewat Training of Trainers

Sebelum mendorong pelaksanaan KIE secara mandiri, BBPOM di Surabaya lebih dulu memberikan pembekalan kepada para kader melalui Training of Trainers (ToT) pada Juli 2026.

Skema tersebut dirancang agar pengetahuan mengenai keamanan pangan dapat diteruskan oleh kader kepada lingkungan sekolah. Dengan demikian, sekolah memiliki sumber daya yang dapat secara aktif menyampaikan pesan keamanan pangan tanpa harus selalu menunggu kegiatan edukasi dari petugas BPOM.

KIE mandiri menjadi salah satu bentuk keberlanjutan dari pembekalan tersebut. Para kader dapat menyampaikan kembali materi yang telah diperoleh, termasuk mengenai bagaimana memilih pangan yang aman, cara menangani pangan dengan benar, serta kebiasaan mengonsumsi pangan yang aman.

Perwakilan SMAN 18 Surabaya menilai edukasi tersebut penting untuk membentuk kebiasaan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui KIE ini, kami berharap siswa semakin memahami bahwa makanan yang bergizi juga harus aman. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat diterapkan di sekolah dan dibawa ke lingkungan keluarga,” ujarnya.

Sembilan Sekolah Jadi Bagian Program

Upaya BPOM dalam memperkuat keamanan pangan melalui kader sekolah tidak hanya berlangsung di SMAN 18 Surabaya. KIE mandiri juga dilaksanakan di delapan sekolah lainnya.

Sekolah tersebut meliputi SDN Tembok Dukuh I, SDN Tembok Dukuh III, SDN Pakal I, SDN Bubutan IV, MI Imam Syafi’i, MTs Imam Syafi’i, SMPN 50 Surabaya, dan SMAN 19 Surabaya.

Dengan melibatkan sembilan sekolah, BPOM berupaya membangun jejaring kader yang dapat menjadi penggerak keamanan pangan di lingkungan pendidikan.

Pendekatan ini juga memperluas jangkauan edukasi BPOM. Informasi mengenai keamanan pangan tidak hanya diterima siswa saat kegiatan yang diselenggarakan oleh petugas, tetapi dapat terus disampaikan melalui aktivitas kader di sekolah.

Langkah tersebut diharapkan membentuk kesadaran yang lebih kuat bahwa makanan bergizi harus berjalan beriringan dengan keamanan pangan. Terlebih, sekolah menjadi salah satu lingkungan strategis untuk menanamkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

BPOM pun terus mendorong agar pengetahuan yang diperoleh siswa tidak berhenti di lingkungan sekolah. Siswa diharapkan dapat menerapkan prinsip keamanan pangan di rumah sekaligus menyebarkan pengetahuan tersebut kepada anggota keluarga.

Dengan penguatan kapasitas kader, pelaksanaan KIE mandiri, dan perluasan edukasi di sekolah, BPOM menempatkan keamanan pangan sebagai bagian penting dalam ekosistem Program Makan Bergizi Gratis. Upaya ini diharapkan ikut memastikan MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi peserta didik, tetapi juga memberikan pangan yang aman bagi penerimanya. (*)