banner 400x130

Peringatan Maulid Nabi Ning Ita Ajak Warga Teladani Rasulullah dan Jaga Kerukunan

Walikota Mojokerto Ning Ita bersama Ustad Zaki Mirza pada acara Pengajian Akbar di Gedung GOR dan Seni Mojopahit, Jl. Gajah Mada kota Mojokerto

MOJOKERTO, WartaTransparansi.com – Peringatan Maulid Nabi sekaligus HUT RI ke 81 Pemkot Mojiokerto menggelar pengajian Pengajian Akbar bersama Ustad Zaki Mirza berlangsung di Gedung GOR dan Seni Mojopahit, Jl. Gajah Mada kota Mojokerto.

Pantaun dilokasi ratusan warga Kota Mojokerto memadati ruangan GOR dan Seni Mojopahit namun menjadikan suasana penuh kekhidmatan dan kebersamaan pada acara tersebut. Demikian juga diluar gedung juga masih dipadati warga yang tidak mendapatkan tempat duduk lesehan dalam GOR. Warga masih berkumpul mendengarkan hingga tengah malam tampa terganggu suasana lain karena suara soudsisten terdengan cukup nyaring dan jelas meski diluar gedung.

Dalam momen yang penuh kebersamaan itu. Walikota Mojokerto Mojokerto Ika Puspitasari menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan masyarakat dalam suasana kekeluargaan dan kebersamaan. Menurutnya, kekompakan warga menjadi modal penting bagi keberlangsungan pembangunan di Kota Mojokerto.

“Alhamdulillah warga Kota Mojokerto kompak duduk rukun. Ini adalah sebuah modal bagi seluruh program dan pembangunan bisa berjalan dengan baik dan lancar ke depannya,”terang Ning Ita sapaan akrab wali kota Mojokerto,…

Walikota Mojokerto , Ning Ita mengajak masyarakat untuk menghadirkan semangat keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Ia meyakini, dengan meneladani sifat-sifat Rasulullah, kehidupan masyarakat akan semakin damai dan terhindar dari gesekan maupun perselisihan.

“Kalau umat muslimnya Kota Mojokerto senantiasa meneladani sifat-sifat Rasulullah, maka tidak akan ada lagi yang namanya gesekan, tidak akan ada lagi yang namanya gontok-gontokan. Pasti semuanya akan adem ayem, pasti semuanya akan damai,” tutur Ning Ita Rabu (26/8/2026) malam..

Ditegaskan kerukunan tersebut menjadi kekuatan Kota Mojokerto yang memiliki masyarakat plural dengan beragam agama, suku, dan etnis. Kondisi itu pula yang membuat Kota Mojokerto telah dinobatkan sebagai kota harmoni oleh Kementerian Agama.

“Berbagai suku etnis hidup berdampingan di sini. Itulah kenapa sejak empat tahun yang lalu Kota Mojokerto dinobatkan oleh Kementerian Agama sebagai kota harmoni, karena masyarakatnya semuanya guyub rukun dan penuh toleransi,” jelasnya.

Sementara itu, dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Ning Ita mengajak masyarakat untuk senantiasa mensyukuri kemerdekaan yang telah dinikmati bangsa Indonesia selama 81 tahun. Di tengah rasa syukur tersebut, ia juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap saudara-saudara di berbagai daerah yang sedang menghadapi musibah.

Ning Ita mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama mendoakan masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Sulawesi agar diberikan kesabaran, ketabahan, serta keselamatan. Ia juga memohon doa seluruh masyarakat agar Kota Mojokerto senantiasa mendapatkan rahmat dan perlindungan Allah SWT.

“Saya berharap doa panjenengan semua di peringatan Maulidun Rasul ini agar Kota Mojokerto juga senantiasa diberikan Allah rahmat sehingga menjadi kota yang damai, aman, dan sejahtera seluruh warganya,”harap Ning Ita..

Walikota Mojokerto mengajak masyarakat untuk terus memperbanyak membaca selawat sebagai bentuk kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Ia berharap tausiyah yang disampaikan Ustaz Zaki Mirza dapat menjadi tambahan ilmu sekaligus siraman rohani yang membawa kedamaian bagi seluruh masyarakat Kota Mojokerto.

Sementara itu, Ustaz Zaki Mirza dalam tausiyahnya mengajak masyarakat memaknai kemerdekaan secara lebih luas. Menurutnya, kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebatas bebas dari penjajahan atau diteriakkan melalui kata-kata, tetapi juga harus diwujudkan dalam kebebasan pikiran dan hati dari berbagai penyakit.

“Merdeka itu bukan hanya menyemakkan merdeka lewat kata-kata, tidak. Merdeka itu adalah memerdekakan pikiran kita dari suuzon, buruk sangka, over thinking, sering mikir jelek sama orang lain,” ungkap Zaki Mirza.

Masih penjelasannya bahwa kemerdekaan sejati juga berarti membebaskan hati dari dendam, iri, dengki, dan berbagai penyakit hati lainnya.

“Merdeka itu maknanya adalah memerdekakan hati kita dari penyakit hati, dendam, kesumat, iri, dengki, susah lihat orang lain senang, senang lihat orang lain susah, mari kita memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta mengisi kemerdekaan dengan akhlak dan perilaku positif dalam kehidupan sehari-hari.” Pungkas Ustaz Zaki Mirza. (ADV.kom)

Penulis: Gatot Sugianto