SURABAYA, WartaTransparansi.com – Hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) yang menempatkan Partai Golkar di posisi ketiga dalam elektabilitas partai politik memicu semangat kader Golkar Jawa Timur untuk meningkatkan kerja-kerja politik menuju Pemilu 2029.
Dalam survei tersebut, Partai Gerindra berada di posisi teratas dengan elektabilitas 17,5 persen. PDI Perjuangan menempati posisi kedua dengan 12,8 persen, disusul Partai Golkar sebesar 10,4 persen. Selanjutnya Partai Demokrat 8,1 persen dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) 7 persen.
Direktur Eksekutif IPO Dedi Kurnia Syah menyampaikan hasil survei tersebut di Jakarta, Minggu (9/8/2026).
Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Timur Blegur Prijanggono menilai capaian tersebut menjadi pemantik bagi seluruh kader, baik yang berada di struktur partai maupun legislatif, untuk bekerja lebih keras.
Menurut Blegur, hasil survei tidak boleh membuat kader Golkar berpuas diri. Sebaliknya, angka elektabilitas tersebut harus dijadikan pijakan untuk memperkuat konsolidasi politik dan meningkatkan kedekatan dengan masyarakat.
“Kader harus lebih banyak berada di dapil untuk menyapa masyarakat. Meski Pemilu masih 2029, turba harus dilakukan terus menerus,” ujar Blegur yang juga Wakil Ketua DPRD Jawa Timur kepada media ini di Surabaya, Senin (10/8/2026).
Ia menegaskan, kerja politik tidak bisa dilakukan secara instan. Menurutnya, Pemilu merupakan proses panjang yang membutuhkan konsistensi kader dalam membangun komunikasi, menyerap aspirasi, sekaligus menghadirkan kabar positif bagi masyarakat.
Blegur juga mengingatkan bahwa mempertahankan sekaligus meningkatkan perolehan kursi Golkar pada Pemilu mendatang bukan perkara mudah. Karena itu, seluruh elemen partai dituntut bekerja lebih fokus dan terukur.
“Tantangan Partai Golkar di Pemilu mendatang untuk mempertahankan perolehan kursi juga tidak mudah. Perlu kerja keras dan fokus,” tegasnya.
Selain konsolidasi struktural, Blegur menilai keterlibatan generasi muda menjadi salah satu faktor penting untuk memperkuat mesin politik Golkar menghadapi kontestasi 2029.
Pada Pemilu 2024, Partai Golkar Jawa Timur menyumbang 15 kursi di DPRD Jawa Timur dan menempatkan kadernya sebagai wakil ketua DPRD Jawa Timur. Di tingkat DPR RI, Golkar Jawa Timur menyumbang 11 kursi.
Capaian tersebut, kata Blegur, menjadi modal politik sekaligus tantangan bagi Golkar untuk mempertahankan dan meningkatkan representasi politik pada Pemilu 2029.
“Tugas kita mempertahankan dan meningkatkan kursi, baik dari DPRD Jawa Timur maupun DPR RI,” pungkasnya. (*)







