banner 400x130

Ketua Golkar Jatim Ali Mufthi Sebut Bupati Sumenep Ahmad Fauzi Optimistis Golkar Raih Kursi pada Pemilu 2029

Ketua DPD Golkar Jatim Ali MUfthi

SUMENEP, WartaTransparansi.com – Musyawarah Daerah (Musda) XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumenep berlangsung dengan semangat konsolidasi dan persatuan. Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Dr. H. Ali Mufthi, S.Ag., M.Si., menegaskan pentingnya menjaga soliditas internal agar Partai Golkar mampu kembali meraih kursi DPRD Kabupaten Sumenep pada Pemilu 2029.

Musda yang dihadiri Bupati Sumenep Dr. H. Ahmad Fauzi Wongsoyudo, SH., MH., jajaran pengurus DPD Golkar Jawa Timur, pengurus DPD Golkar Sumenep, serta tokoh masyarakat dan ulama itu secara resmi dibuka melalui pemukulan gong oleh Ali Mufthi.

Dalam sambutannya, Ali Mufthi menekankan bahwa kekompakan menjadi modal utama untuk mengembalikan kejayaan Partai Golkar di Kabupaten Sumenep.

“Yang paling penting adalah solid, kompak, tidak gaduh. Kalau Musda berjalan lancar dan aklamasi, Insyaallah Golkar bisa kembali mendapatkan kursi pada Pemilu 2029,” ujar Ali Mufthi.

Ia mengajak seluruh kader untuk menghilangkan perbedaan kepentingan dan fokus membangun kekuatan partai demi memenangkan hati masyarakat.

Selain itu, Ali Mufthi juga mendorong regenerasi kepengurusan dengan memberi ruang lebih besar kepada kader muda.

“Susunlah kepengurusan dengan komposisi sekitar 60 persen anak muda dan 40 persen senior. Anak muda harus diberi kesempatan, sementara senior menjadi pembimbing agar organisasi tetap seimbang,” katanya.

Menurutnya, perpaduan pengalaman kader senior dan semangat kader muda akan menjadi kekuatan Partai Golkar menghadapi kontestasi politik mendatang.

Sementara itu, Bupati Sumenep Ahmad Fauzi Wongsoyudo yang turut hadir memberikan doa dan harapan agar Partai Golkar kembali memiliki keterwakilan di DPRD Kabupaten Sumenep pada Pemilu 2029.

Fauzi mengingatkan bahwa keberhasilan tersebut hanya dapat diraih apabila seluruh kader tetap menjaga persatuan selama proses Musda maupun setelahnya.

“Musda Golkar tidak usah ribut-ribut. Kalau ribut, saya kira akan sulit mendapatkan kursi. Tapi kalau Musda berjalan lancar dan semua kompak, saya optimistis Golkar bisa memperoleh kursi pada Pemilu 2029,” ujar Fauzi.

Ia juga mengingatkan bahwa strategi politik harus disusun secara matang dengan memetakan potensi suara di seluruh daerah pemilihan, termasuk wilayah kepulauan yang selama ini memiliki karakteristik berbeda dengan daratan.

Menurut Fauzi, pengalaman pada periode sebelumnya menunjukkan seluruh kursi Golkar berasal dari wilayah daratan, sehingga ke depan partai perlu memperluas basis dukungan hingga kawasan kepulauan.

“Sumenep terdiri atas wilayah daratan dan kepulauan. Karena itu, pemetaan politik harus dilakukan secara serius agar peluang mendapatkan kursi semakin besar,” katanya.

Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumenep juga dihadiri Plt Ketua DPD Golkar Sumenep sekaligus Bendahara DPD Partai Golkar Jawa Timur dan Anggota DPR RI Komisi IV Eko Wahyudi, Wakil Ketua Bidang Organisasi Hery Sugiono, Wakil Ketua Bidang Pratama Achsanul Yaqin, Wakil Ketua Bidang Kaderisasi Aan Ainiur Rofik, Wakil Ketua Bidang Ormas Saifulah Maksum, Wakil Ketua Bidang Hubungan Pesantren KH Ma’ruf Syah, Ketua KPPG Jawa Timur Mitroatin, Plt Sekretaris DPD Golkar Sumenep Ubaidillah, Plt Bendahara DPD Golkar Sumenep Ramsa Rolanda, serta jajaran pengurus dan panitia Musda.

Melalui Musda XI ini, Partai Golkar Kabupaten Sumenep diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, menyusun kepengurusan yang solid, serta menyiapkan strategi pemenangan untuk meningkatkan perolehan kursi pada Pemilu 2029.

Dengan dukungan seluruh kader dan sinergi bersama pemerintah daerah, Golkar optimistis dapat kembali memperkuat eksistensinya di Kabupaten Sumenep.

Gus Navis

Sementara itu A. Navis El Zuhdi (Gus Navis) resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Sumenep periode 2026–2031 dalam Musyawarah Daerah (Musda) XI, Rabu (29/7/2026). Gus Navis menjadi calon tunggal setelah lolos verifikasi. Musda juga menegaskan penguatan konsolidasi partai menghadapi Pemilu 2029. (*)

Penulis: Fahrizal ArnasEditor: Amin Istighfarin