JEMBER — Wacana Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur mulai mengemuka. Sejumlah anggota DPRD Kabupaten Jember disebut turut membicarakan peluang tersebut.
Menanggapi wacana itu, Gus Fawait memilih bersikap santai. Ia menyambut positif setiap dukungan dan harapan dari berbagai pihak, namun menegaskan bahwa prioritasnya saat ini adalah menjalankan pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Jember.
Pernyataan tersebut disampaikan Gus Fawait saat menghadiri rapat paripurna di Kantor DPRD Jember, Senin (14/9/2026) siang.
“Semua doa baik tentu kami aminkan. Tetapi, soal pemilihan gubernur, izinkan saya fokus bekerja terlebih dahulu untuk mewujudkan program-program yang ada di Jember,” ujar Gus Fawait.
Menurutnya, pembicaraan mengenai pencalonan kepala daerah, termasuk untuk Pilgub Jatim, bukan menjadi keputusan pribadi. Penentuan arah politik tersebut merupakan kewenangan pimpinan partai di tingkat pusat.
Gus Fawait menegaskan dirinya sebagai kader partai akan mengikuti keputusan dan instruksi organisasi apabila kelak mendapat penugasan politik.
“Urusan Pilkada maupun Pilgub itu keputusan beliau-beliau yang ada di Jakarta. Tugas saya sekarang adalah bekerja dan mengentaskan kemiskinan di Jember,” tegasnya.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya apabila partai memberikan tugas di luar Kabupaten Jember.
“Sebagai kader, kami siap ditempatkan di mana saja, baik diminta melanjutkan di Jember, ditugaskan di tempat lain, ataupun tidak mencalonkan diri lagi,” lanjutnya.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Gus Fawait belum menyatakan diri sebagai kandidat Pilgub Jatim. Namun, ia juga tidak menutup kemungkinan apabila nantinya mendapat mandat politik dari pimpinan partai.
Untuk saat ini, Gus Fawait menyebut konsentrasinya tetap diarahkan pada program strategis Kabupaten Jember, terutama penguatan pelayanan dasar, pendidikan, pengentasan kemiskinan, serta pemulihan ekonomi masyarakat.
Wacana pencalonan Gus Fawait di Pilgub Jatim sebelumnya juga sempat disinggung dalam pemberitaan media ini. Dalam sebuah kesempatan di hadapan ribuan kepala desa yang tergabung dalam PKDI, Bupati Bangkalan turut menyinggung kemungkinan Gus Fawait maju dalam kontestasi politik tingkat Jawa Timur.
Dengan munculnya sejumlah dorongan tersebut, nama Gus Fawait mulai masuk dalam percakapan politik menuju Pilgub Jatim. Namun, keputusan mengenai pencalonan dan kendaraan politiknya tetap berada pada mekanisme serta keputusan internal partai. (*)







