SUMENEP, WartaTransparansi.com – Musyawarah Daerah (Musda) XI Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Kabupaten Sumenep dipastikan digelar pada Rabu, 29 Juli 2026, di Hotel C1, Kabupaten Sumenep. Hingga penutupan masa pendaftaran bakal calon ketua DPD, hanya satu nama yang resmi mendaftar, yakni A. Navis El Zuhdi.
Anggota Tim Musda DPD Partai Golkar Jawa Timur, Aan Ainur Rofiq, mengatakan proses pendaftaran telah dibuka pada 27–28 Juli 2026 sesuai hasil rapat harian dan rapat pleno. Dari seluruh tahapan tersebut, hanya A. Navis El Zuhdi yang menyerahkan berkas pencalonan.
“Alhamdulillah, pendaftaran kami buka mulai tanggal 27 sampai 28 Juli berdasarkan keputusan rapat harian dan rapat pleno. Sampai penutupan pendaftaran sudah ada satu pendaftar atas nama A. Navis. Berkas yang bersangkutan telah diverifikasi dan dinyatakan lengkap,” ujar Aan, Selasa (28/7/2026).
Menurut Aan, pelaksanaan Musda XI merupakan tindak lanjut dari Instruksi DPP Partai Golkar Nomor 11 tentang percepatan konsolidasi organisasi di seluruh Indonesia dimana bulan Agustus nanti harus sudah selesai. Musda Sumenep sekaligus menjadi penutup rangkaian konsolidasi organisasi DPD Partai Golkar se-Jawa Timur.
Sejumlah pengurus DPD Partai Golkar Jawa Timur dijadwalkan menghadiri Musda tersebut, di antaranya Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur Ali Mufti, Sekretaris DPD Blegur Prijanggono, Ketua Harian Adi Wibowo, Bendahara Eko Wahyudi, bersama Tim Musda tingkat provinsi. Turut hadir pula Plt Sekretaris Ubaidillah dan Plt Bendahara Ramsa Rolanda.
Sementara itu, A. Navis El Zuhdi yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Sumenep menyatakan optimistis Musda akan berlangsung lancar dan menghasilkan kepemimpinan yang mampu memperkuat organisasi.
Navis mengungkapkan telah menjadi kader Partai Golkar sejak 2020. Ia mengaku maju sebagai calon ketua dengan tekad memperkuat fungsi partai politik sebagai sarana demokrasi yang terbuka bagi seluruh masyarakat.
“Motivasi saya adalah memperbaiki sirkulasi partai politik agar mampu menjamin seluruh warga negara mendapatkan hak politiknya, baik hak memilih maupun dipilih. Saya juga ingin Partai Golkar ke depan semakin terbuka bagi seluruh kalangan, lebih egaliter, dan tetap berpegang pada semangat karya kekaryaan,” katanya.
Ia juga menyebut telah melakukan konsolidasi internal dengan jajaran pimpinan kecamatan di Kabupaten Sumenep. Berdasarkan hasil komunikasi politik tersebut, dirinya mengklaim memperoleh dukungan dari 12 pimpinan kecamatan dan 15 pelaksana tugas pimpinan kecamatan, sehingga menjadi satu-satunya bakal calon yang maju dalam Musda XI.
“Dukungan yang diberikan menjadi semangat bagi saya untuk membawa Partai Golkar Kabupaten Sumenep semakin solid dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan hanya satu bakal calon yang memenuhi persyaratan, Musda XI DPD Partai Golkar Kabupaten Sumenep diperkirakan berlangsung kondusif. Forum tersebut menjadi momentum strategis bagi Partai Golkar untuk memperkuat konsolidasi internal serta mempersiapkan mesin politik menghadapi agenda-agenda politik mendatang. (*)







