banner 400x130

Lima Santri Jember, Cahaya Pesantren Menuju Panggung MTQ Nasional

Bupati Jember lepas kontingen MTQ XXXI tingkat Nasional yang di laksanakan di kota Semarang Jawa Tengah

Suasana haru dan penuh kebanggaan menyelimuti Pendopo Wahyawibawagraha, Selasa (8/9/2026). Lima santri asal Kabupaten Jember resmi dilepas untuk membawa nama daerah dalam ajang Musabaqoh Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Nasional yang berlangsung di Kota Semarang, Jawa Tengah.

Pelepasan kontingen MTQ tersebut menjadi penanda bahwa para kafilah Jember siap menunjukkan kemampuan terbaiknya di panggung nasional. Mereka bukan hanya membawa misi meraih prestasi, tetapi juga membawa semangat ratusan pesantren yang selama ini menjadi bagian penting dari identitas Kabupaten Jember sebagai kota santri.

Bupati Jember Muhammad Fawait menyampaikan apresiasi tinggi kepada para santri yang berhasil menembus kompetisi bergengsi tingkat nasional tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini merupakan pencapaian yang membanggakan sekaligus bukti bahwa generasi muda pesantren memiliki kemampuan besar untuk bersaing di berbagai bidang.

“Keberhasilan para peserta harus menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda di berbagai pesantren. Pengalaman mereka selama mengikuti kompetisi ini diharapkan dapat memotivasi santriwan dan santriwati lainnya,” ujar Bupati Fawait.

Pemerintah Kabupaten Jember juga menunjukkan komitmennya dalam memberikan penghargaan kepada generasi muda berprestasi. Para juara MTQ nantinya diprioritaskan mendapatkan beasiswa pendidikan di perguruan tinggi unggulan, baik di dalam negeri maupun luar negeri.

Bupati Fawait berpesan agar seluruh kafilah tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaik tanpa terbebani target kemenangan. Baginya, keberangkatan mereka ke tingkat nasional sudah menjadi pencapaian besar yang membuktikan kualitas santri Jember.

“Yang terpenting adalah tampil maksimal dan membawa pengalaman berharga. Keikutsertaan di tingkat nasional merupakan bukti bahwa santri Jember memiliki kemampuan dan reputasi yang luar biasa,” katanya.

Lebih dari sekadar kompetisi seni membaca Al-Qur’an, kehadiran para santri di ajang nasional ini memperlihatkan peran besar generasi pesantren dalam pembangunan daerah. Santri tidak hanya unggul dalam bidang keagamaan, tetapi juga aktif berkontribusi dalam berbagai agenda strategis pemerintah daerah.

Keterlibatan santri terlihat dalam sejumlah program kemasyarakatan Pemkab Jember, termasuk dukungan terhadap pengaktifan kembali Bandara Notohadinegoro serta berbagai kegiatan sosial yang memperkuat pembangunan daerah.

Dalam MTQ XXXI tingkat nasional tahun ini, Kabupaten Jember mengirimkan wakil-wakil terbaiknya, yakni Shinta Nuriyah, Herman Hidayat, Muh. Muftafairuz Dinejad, Makinatul Amninah, dan Moh. Helmi Fauzan Kamil.

Keberangkatan mereka menjadi simbol bahwa tradisi keilmuan pesantren di Jember terus tumbuh dan berkembang. Dengan ratusan pesantren yang tersebar di wilayah perkotaan hingga pedesaan, Jember semakin menegaskan identitasnya sebagai kota santri yang mampu melahirkan generasi berprestasi di tingkat nasional. (Adv)

Penulis: Sugito