KEDIRI WartaTransparansi.com – Persik Kediri mulai menyusun kekuatan baru untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027. Setelah kompetisi Super League 2025/2026 berakhir, manajemen Macan Putih resmi mengakhiri kerja sama dengan empat pemain, yakni Telmo Castanheira, Adrian Luna, M. Supriadi, dan bek senior Vava Mario Yagalo.
Keputusan tersebut menjadi bagian dari proses regenerasi skuad sekaligus menutup perjalanan sejumlah pemain yang memberi kontribusi besar bagi Persik dalam beberapa musim terakhir.
Di antara empat nama tersebut, Vava Mario Yagalo menjadi pemain dengan masa pengabdian terpanjang. Bek asal Kediri itu menutup enam musim bersama Macan Putih dengan catatan 70 penampilan dan empat gol di semua kompetisi. Sementara Telmo Castanheira, Adrian Luna, dan M. Supriadi juga meninggalkan jejak penting sepanjang musim lalu melalui peran masing-masing di lapangan.
Manajer Tim Persik Kediri, Rachmad Tri Kuncara, menilai Telmo Castanheira menjadi sosok penting di lini tengah sejak bergabung dari Sabah FC pada awal musim 2025/2026. Beroperasi sebagai gelandang tengah, pemain asal Portugal itu mampu menjalankan peran sebagai penghubung lini bertahan dan lini depan.
“Telmo memberikan warna tersendiri bagi tim. Dedikasi dan kontribusinya dalam berbagai laga penting, menunjukkan bahwa Telmo adalah pemain yang berkualitas. Persik Kediri berterimakasih atas semua kerja kerasnya selama bersama tim, kami mendoakan yang terbaik dalam perjalanan karir Telmo kedepan,” ujar Kuncara, Sabtu 4 Juli 2026.
Selama semusim memperkuat Persik, Telmo tampil dalam 21 pertandingan dengan torehan dua gol dan satu assist. Ia juga menjadi pemain pertama Macan Putih yang mencetak gol di Super League 2025/2026 saat Persik bermain imbang 1-1 melawan Bali United pada laga pembuka. Kontribusinya kembali terlihat saat Persik mengalahkan Arema FC 3-2 pada pekan ke-31 melalui satu assist dan satu gol.
Bagi Telmo, kebersamaan bersama Persik menjadi pengalaman yang berkesan.
“Mungkin ini adalah perjalanan yang singkat, tetapi penuh dengan pelajaran yang luar biasa, dan tidak akan saya lupakan kemanapun saya pergi. Untuk semua staf, manajemen, semua orang di klub dan tentu saja Persikmania terima kasih atas dukungan luar biasa sepanjang musim. Dukung terus Persik Kediri, sampai jumpa lagi suatu hari nanti, dan saya selalu berharap terbaik untuk Persik Kediri. Jayati,” tegas Telmo.
Persik juga melepas Adrian Luna setelah masa peminjamannya dari Kerala Blasters berakhir. Gelandang asal Uruguay itu tampil dalam 15 pertandingan dengan koleksi dua gol dan empat assist. Gol debutnya lahir saat Persik menundukkan Bali United 3-2, sedangkan gol keduanya menjadi penutup kemenangan 3-0 atas Semen Padang.
“Meski singkat, Adrian Luna memberikan kontribusi besar dalam perjalanan musim lalu. Tidak hanya melalui gol dan asisst, Luna juga memberikan perbedaan dalam permainan Persik Kediri. Kami berterima kasih atas kontribusinya selama ini,” ujar Kuncara.
Nama lain yang dilepas ialah M. Supriadi. Winger yang didatangkan dari Persebaya pada musim 2023/2024 itu mengakhiri tiga musim bersama Persik dengan total 55 penampilan dan dua gol. Pada musim terakhir, Supriadi bermain dalam 20 pertandingan dan mencetak satu gol.
“Dalam setiap pertandingan yang dijalaninya, Supriadi memperlihatkan semangat yang kuat. Supriadi telah membuktikan mampu melewati tantangan berat dan kembali dengan semangat yang sama, semangat untuk membawa kemenangan bagi Persik Kediri. Peranan Supriadi selama di Persik Kediri tidak hanya penting, tapi juga memberikan pengaruh besar,” tambah Kuncara.
Sorotan juga tertuju kepada Vava Mario Yagalo. Putra daerah Kediri itu kembali ke kampung halamannya pada 2020 setelah menimba pengalaman di Uruguay bersama SAD Indonesia dan sejumlah klub di Tanah Air. Bersama Persik, ia ikut mengawal perjalanan tim sejak promosi ke Liga 1 hingga kembali menjadi kekuatan yang diperhitungkan.
“Vava pertama kali datang dengan membawa banyak pengalaman, membantu Persik Kediri mengarungi banyak tantangan. Enam musim bukan waktu yang singkat, Persik Kediri bangga memiliki pemain seperti Vava,” ujar Kuncara.
Meski berposisi sebagai bek, Vava sempat mencetak gol penting saat Persik mengalahkan Arema FC 3-0 pada 11 Mei 2025. Seusai mencetak gol pembuka, ia memilih tidak melakukan selebrasi sebagai bentuk penghormatan kepada para korban Tragedi Kanjuruhan.
“Vava adalah pemain yang tidak pernah berhenti berjuang. Dia telah membuktikan dengan kerja keras, seorang pemain bisa bangkit dan memperlihatkan peforma terbaik. Vava menjadi sosok yang memberi inspirasi, dan bagian penting dari perjalanan tim pada saat-saat sulit,” terang Kuncara.
Manajemen Persik Kediri secara resmi menyampaikan apresiasi tertinggi atas dedikasi M. Supriadi dan Vava Mario Yagalo selama berseragam Macan Putih. Mewakili manajemen, Rachmad Tri Kuncara mengucapkan terima kasih yang mendalam atas kerja keras dan komitmen kedua pemain tersebut. Kuncara menegaskan bahwa kontribusi yang telah mereka berikan akan selalu menjadi bagian penting dalam sejarah perjalanan klub.
Lebih lanjut, Kuncara mendoakan agar Supriadi dan Vava bisa meraih kesuksesan yang lebih gemilang di klub baru mereka nantinya. Manajemen Persik sangat percaya dengan potensi besar yang dimiliki Supriadi untuk terus berprestasi, begitu pula dengan karier masa depan Vava.
“Kami di Persik Kediri mendoakan yang terbaik untuk karier mereka ke depan,” pungkasnya.(*)







