banner 400x130

Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah Di Banyuwangi, Perkuat Pengendalian Inflasi

BANYUWANGI, WartaTransparansi.com – Pemprov Jawa Timur terus memperluas pelaksanaan pasar murah hingga ke Kabupaten Banyuwangi sebagai upaya memperkuat pengendalian inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Kegiatan yang digelar di Lapangan Desa Kedungrejo, Jumat (3/7), mendapat antusiasme tinggi dari warga yang memanfaatkan kesempatan membeli bahan pokok dengan harga di bawah pasar.

Khofifah Indar Parawansa Gubernur Jawa Timur  menegaskan, pasar murah bukan sekadar agenda penjualan bahan pokok bersubsidi, melainkan instrumen strategis pemerintah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan perlindungan sosial kepada masyarakat. Menurutnya, pemerintah harus hadir melalui kebijakan yang memberi manfaat langsung, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan.

Berbagai komoditas dijual lebih murah dibanding harga pasar. Beras premium dipasarkan Rp14.000 per kilogram, beras SPHP Rp11.000 per kilogram dengan stok mencapai 10 ton, gula pasir Rp14.000 per kilogram, MinyaKita Rp13.000 per liter, telur ayam ras Rp20.000 per kemasan, bawang merah Rp28.000 per kilogram, bawang putih Rp24.000 per kilogram, tepung terigu Rp10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp25.000 per kemasan.

Selain menyediakan kebutuhan pokok, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan beras kepada warga lanjut usia serta membagikan telur kepada ibu hamil dan anak-anak guna mendukung pemenuhan gizi keluarga dan percepatan penurunan stunting.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah turut memborong produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mengikuti pasar murah untuk kemudian dibagikan kepada masyarakat. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan pelaku UMKM sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan, sehingga manfaat pasar murah dapat dirasakan baik oleh konsumen maupun pelaku usaha lokal. (*)

Penulis: Nur Muzayyin