banner 400x130

Korban Terakhir Kapal Nelayan Terbalik di Pantai Grajagan Ditemukan, Operasi SAR Resmi Ditutup

BANYUWANGI, Wartatransparansi.com – Operasi pencarian terhadap korban kecelakaan kapal nelayan yang terbalik di perairan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo, Kabupaten Banyuwangi, resmi ditutup setelah seluruh korban berhasil ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada hari keempat operasi, Kamis (23/7/2026).

Pencarian dimulai pukul 06.30 WIB diawali dengan briefing seluruh unsur SAR yang terlibat. Tim kemudian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan penyisiran visual di permukaan laut menggunakan Rubber Boat Basarnas dan perahu nelayan, sedangkan SRU 2 menyisir kawasan pesisir Pantai Grajagan.

Pada pukul 07.10 WIB, Tim SAR Gabungan menerima informasi dari nelayan bahwa korban terakhir telah ditemukan. Selanjutnya, pukul 08.22 WIB, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi meninggal dunia di koordinat 08°36′00,22″ LS – 114°14′38,30″ BT atau sekitar 1 Nautical Mile (NM) dari lokasi kecelakaan kapal (LKK). Jenazah kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Korban terakhir diketahui bernama Lukman (25), warga Desa Tegalsari, Kecamatan Tegaldlimo, Kabupaten Banyuwangi. Dengan ditemukannya Lukman, seluruh korban dalam insiden kapal nelayan terbalik tersebut telah berhasil ditemukan dengan total empat orang meninggal dunia.

Setelah seluruh korban ditemukan, pada pukul 08.40 WIB Tim SAR Gabungan menggelar debriefing sekaligus mengusulkan penghentian operasi pencarian. Seluruh personel dan unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, S.H., M.Si., menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban sekaligus mengapresiasi kerja keras seluruh unsur SAR gabungan dan masyarakat nelayan yang terlibat dalam operasi tersebut.

“Alhamdulillah, pada hari keempat operasi seluruh korban berhasil ditemukan sehingga operasi SAR dapat kami tutup. Atas nama Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Kami juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh unsur SAR gabungan, TNI, Polri, pemerintah daerah, relawan, serta masyarakat nelayan yang telah bersinergi dan bekerja tanpa kenal lelah selama pelaksanaan operasi ini. Semoga semangat kebersamaan dan kemanusiaan ini terus terjaga dalam setiap pelaksanaan tugas pencarian dan pertolongan,” ujar I Made Oka Astawa.

Operasi SAR melibatkan Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Grajagan, Koramil Purwoharjo, Polsek Purwoharjo, Polairud Polresta Banyuwangi, Ditpolairud Polda Jawa Timur, Damkar Kabupaten Banyuwangi, PA Resort Grajagan, Dinas Perikanan Grajagan, Mapala SAR Tangi, Agen Bencana BPBD Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Desa Grajagan, serta para nelayan setempat.

Selama proses pencarian, kondisi cuaca terpantau cerah dengan tinggi gelombang berkisar 0,5–1 meter dan kecepatan angin 7–9 km/jam, sehingga mendukung kelancaran operasi di lapangan.

Dengan berakhirnya operasi ini, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi mengimbau masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu memperhatikan prakiraan cuaca, menggunakan alat keselamatan saat melaut, serta mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap aktivitas di perairan guna meminimalkan risiko terjadinya kecelakaan. (*)

Penulis: Nur Muzayyin