banner 400x130

Pemkab Banyuwangi Gandeng YPA-MDR Perkuat Mutu Pendidikan

Pemkab Banyuwangi gandeng YPA-MDR dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan sekolah untuk lima tahun khususnya untuk SD di Desa Jambewangi Kec. Sempu dan Desa Kemiren Kec. Glalah.  Kolaborasi ini ditunjukkan ketika Bupati Ipuk ketika menerima pimpinan YPA MDR, Rabu (26/8/2026)

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggandeng Yayasan Pendidikan Astra–Michael D. Ruslim (YPA-MDR) untuk memperkuat kualitas pendidikan melalui program pembinaan sekolah selama lima tahun.

Program tersebut mencakup peningkatan mutu sekolah, kapasitas guru dan kepala sekolah, serta penguatan karakter dan kecakapan hidup siswa.

Ketua Pengurus YPA-MDR Gunawan Salim mengatakan, program pembinaan akan dimulai Oktober 2026 dengan menyasar 10 sekolah dasar (SD) negeri di Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, dan Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.

Hal itu disampaikan Gunawan saat bertemu Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Selasa (25/8/2026).

“Pembinaan akan mulai Oktober tahun ini di 10 SD Negeri di Desa Jambewangi dan Kemiren. Rencana juga berlanjut ke SMKN 1 Glagah,” kata Gunawan.

Menurutnya, pembinaan sekolah akan berfokus pada empat pilar, yakni akademik, karakter, seni budaya, dan kecakapan hidup (life skill).

Pada aspek akademik, kepala sekolah, guru, dan siswa akan mendapatkan pelatihan serta pendampingan. Materinya mencakup penguatan literasi dan numerasi hingga pemanfaatan internet dan teknologi digital dalam proses pembelajaran.

“Melalui pendampingan di empat pilar tersebut, kami berharap dapat mewujudkan generasi muda yang kompeten secara akademik, berkarakter baik, memiliki bekal kecakapan hidup, sekaligus memiliki kepedulian terhadap seni dan budaya lokal,” ujar Gunawan.

Ia menjelaskan, pemilihan sekolah binaan disesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah. Kemiren merupakan basis masyarakat Suku Osing yang memiliki kekayaan tradisi dan budaya yang terus dilestarikan.

Sementara Jambewangi dikenal sebagai salah satu sentra pertanian organik yang produknya telah menembus pasar internasional.

“Kami berharap pembinaan yang dilakukan dapat mendorong peningkatan prestasi sekolah. Dampaknya tidak hanya bagi kemajuan desa, tetapi juga bagi Banyuwangi secara keseluruhan,” katanya.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dalam pengembangan pendidikan penting untuk membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat.

Ipuk berharap program YPA-MDR dapat melengkapi berbagai inovasi pendidikan yang telah dijalankan Pemkab Banyuwangi.

“Banyuwangi memiliki banyak program di sektor pendidikan. Kami berharap program dari Astra nantinya bisa mengisi ruang-ruang yang belum kami kerjakan, sehingga saling melengkapi dan tidak tumpang tindih,” ujar Ipuk.

Selama ini, Pemkab Banyuwangi mengembangkan berbagai program pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga penguatan karakter, kepedulian sosial, kemandirian, dan ketahanan keluarga.

Di antaranya melalui program Siswa Asuh Sebaya (SAS), yang mendorong siswa dari keluarga mampu membantu siswa yang kurang mampu. Pemkab juga menjalankan Gerakan Daerah Entaskan Anak Putus Sekolah (Garda Ampuh) untuk mengembalikan anak-anak yang sempat putus sekolah ke bangku pendidikan.

Selain itu, Pemkab Banyuwangi memberikan beasiswa Banyuwangi Cerdas dan Banyuwangi Progresif bagi siswa berprestasi yang bersedia berkontribusi dalam pengembangan daerah.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan banyak pihak untuk pengembangan pendidikan di Banyuwangi. Karena pendidikan adalah kunci bagi pengembangan daerah,” kata Ipuk.

(yin/min)