banner 400x130

Hadiri Haflah Ikhtitamiddurus XXI Pondok Pesantren Al-Amin Mojokerto, Ini Pesan Khofifah Kepada Santri

Khofifah saat menghadiri Haflah Ikhtitamiddurus XXI Pondok Pesantren Al-Amin di Sunrise Hotel, Kota Mojokerto, Sabtu (27/6/2026)

MOJOKERTO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kesuksesan sejati tidak hanya ditentukan oleh kerja keras dan produktivitas, tetapi juga harus diiringi dengan riyadhah atau ikhtiar spiritual agar setiap pencapaian membawa keberkahan.

Pesan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri Haflah Ikhtitamiddurus XXI Pondok Pesantren Al-Amin di Sunrise Hotel, Kota Mojokerto, Sabtu (27/6). Di hadapan ratusan santri, wali santri, dan pengasuh pondok pesantren, ia mengajak para lulusan untuk tetap menjaga nilai-nilai yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren.

Menurut Khofifah, tradisi pendidikan pesantren telah membentuk karakter santri melalui keseimbangan antara usaha lahir dan ikhtiar batin. Nilai tersebut, kata dia, menjadi bekal penting bagi santri ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

“Di mana pun nanti para santri melanjutkan pendidikan atau bekerja, iringi kerja-kerja produktif dengan riyadhah untuk mencari keberkahan. Memberseiringi kerja produktif dengan berbagai ikhtiar spiritual menjadi sangat penting,” ujarnya.

Khofifah menuturkan keberhasilan merupakan hasil dari proses panjang, pengabdian, serta konsistensi dalam berikhtiar. Ia mengaku perjalanan kariernya, mulai dari anggota DPR RI, menteri hingga menjadi Gubernur Jawa Timur, tidak diperoleh secara instan.

“Saya bukan anak jenderal, bukan anak guru besar, bukan anak kiai besar. Semua ada proses panjang yang harus dijalani,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut,

Khofifah juga mengapresiasi Pondok Pesantren Al-Amin yang didirikan pada tahun 2000 oleh lima tokoh, salah satunya Plt Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Akhmad Jazuli, yang kini juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amin.

Menurutnya, Akhmad Jazuli tidak hanya berkontribusi dalam pemerintahan, tetapi juga aktif memperkuat jejaring ulama dan masyayikh. Semangat membangun keberkahan yang diajarkan di pesantren, lanjut Khofifah, juga menjadi bagian dari nilai yang terus dihadirkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui misi Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Amanah dan Jatim Berkah.

Sementara itu, Akhmad Jazuli mengatakan Pondok Pesantren Al-Amin didirikan untuk mencetak generasi yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki karakter, akhlakul karimah, serta keterampilan hidup. Karena itu, selain pembelajaran keagamaan, pesantren juga mengembangkan berbagai program vokasi dan budidaya hidroponik sebagai bekal bagi santri setelah lulus.

Ia berpesan agar para alumni tetap menjaga identitas sebagai santri dengan mengamalkan ilmu yang diperoleh serta membawa nilai-nilai kesederhanaan, ketawadhuan, dan pengabdian di tengah masyarakat.

Melalui pembekalan ilmu, akhlak, dan keterampilan tersebut, Pondok Pesantren Al-Amin diharapkan terus melahirkan lulusan yang mampu berkontribusi bagi pembangunan masyarakat sekaligus menjaga tradisi pesantren sebagai pusat pembentukan karakter dan moral generasi bangsa. (*)

Penulis: Gatot SugiantoEditor: Amin