JEMBER – Menindaklanjuti aduan masyarakat melalui kanal Wadul Gus’e terkait kenaikan harga bahan pokok, Pemerintah Kabupaten Jember menggelar pasar murah di Balai Desa Semboro, Kecamatan Semboro, Kamis (25/6/2026).
Kegiatan tersebut merupakan salah satu langkah konkret pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Jember, Ratno Cahyadi Sembodo, S.H., menjelaskan bahwa pasar murah ini digelar sebagai respons cepat atas laporan warga mengenai kenaikan harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok di Desa Semboro.
Menurut Ratno, atas arahan Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait), pemerintah daerah bersama sejumlah instansi terkait segera melakukan intervensi pasar guna menekan dampak kenaikan harga yang dirasakan masyarakat.
“Kami hadir untuk mendekatkan harga dari tingkat produsen kepada masyarakat. Dengan cara ini, warga dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasar,” ujar Ratno.
Pelaksanaan pasar murah melibatkan berbagai pihak, di antaranya Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Perikanan, Bulog, PG Semboro, serta sejumlah stakeholder lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah komoditas dijual dengan harga di bawah pasar. Cabai rawit dijual Rp20.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp50.000 per kilogram. Bawang putih dijual Rp21.000 per kilogram dari harga pasar sekitar Rp35.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng dijual Rp15.500 per liter dari harga pasar sekitar Rp18.000 per liter.
Ratno menambahkan, pasar murah merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Jember dalam mengendalikan inflasi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga kebutuhan pokok dan melakukan intervensi apabila ditemukan lonjakan harga yang berpotensi membebani warga.
“Setiap laporan masyarakat akan kami tindak lanjuti. Ketika ada wilayah yang mengalami kenaikan harga cukup tinggi, pemerintah akan hadir memberikan solusi melalui operasi pasar dan langkah-langkah pengendalian lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu warga Desa Semboro, Ajeng, mengaku bersyukur karena aduan yang disampaikan keluarganya melalui Wadul Gus’e mendapat respons cepat dari pemerintah daerah. Menurutnya, kehadiran pasar murah sangat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Alhamdulillah usulan kami untuk adanya sembako murah bisa terealisasi. Harganya sangat murah, jauh di bawah harga pasar. Kami para ibu-ibu merasa senang dan sangat terbantu. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan semakin banyak dirasakan masyarakat,” ungkap Ajeng.
Pasar murah di Desa Semboro menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam merespons kebutuhan masyarakat secara langsung. Melalui kolaborasi berbagai pihak dan tindak lanjut atas aspirasi warga, Pemerintah Kabupaten Jember berharap masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah. (*)







