Kediri  

Bidik Porprov Jatim 2029, Pemkot Kediri Minta Kajian Matang dan Dorong Sport Tourism

Wali Kota Vinanda Prameswati membuka FGD Sport Tourism KONI Kota Kediri di Ruang Joyoboyo Pemkot Kediri.
Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati saat membuka FGD Sport Tourism KONI Kota Kediri yang membahas kesiapan Porprov Jatim 2029 dan pengembangan sport tourism.(Foto: istimewa).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Pemerintah Kota Kediri mulai serius membidik peluang menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2029. Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati meminta kajian komprehensif sekaligus mendorong penguatan konsep sport tourism demi mendongkrak prestasi sekaligus perputaran ekonomi daerah.

Permintaan itu disampaikan Vinanda saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Sport Tourism yang digelar KONI Kota Kediri di Ruang Joyoboyo Pemkot Kediri, Kamis (30/4/2026).

Forum ini menjadi titik awal menyatukan visi antara prestasi olahraga dan pengembangan pariwisata berbasis event olahraga.

Vinanda menilai prestasi olahraga Kota Kediri sudah berada di jalur kompetitif di level Jawa Timur. Hal itu tercermin dari capaian kontingen yang konsisten bertengger di lima besar dalam ajang Porprov Jatim selama beberapa edisi terakhir.

“Diharapkan ada kajian yang komprehensif tentang bagaimana persiapan Porprov Jatim 2029 nanti,” ungkap Vinanda.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi modal kuat untuk mengembangkan event olahraga sebagai daya tarik wisata. Ia melihat kejuaraan berbagai cabang olahraga tidak hanya berdampak pada prestasi atlet, tetapi juga mampu menggerakkan sektor ekonomi dan pariwisata kota.

Ketua KONI Kota Kediri, Eko Agus Koko, menegaskan FGD ini menjadi langkah awal memetakan peluang besar tersebut. Pihaknya ingin memastikan seluruh stakeholder memiliki pemahaman yang sama terkait potensi sport tourism dan kesiapan menjadi tuan rumah Porprov.

“Kami melihat ini peluang yang sangat baik untuk Kota Kediri, oleh karena itu kami siapkan beberapa data untuk mengkaji ini sejak sekarang,” terang Koko.

Dalam forum tersebut, KONI memaparkan tiga aspek utama, yakni grafik prestasi olahraga Kota Kediri, analisis dampak ekonomi jika menjadi tuan rumah Porprov, serta kondisi venue olahraga yang ada saat ini.

Wakil Ketua Umum I KONI Kota Kediri, Deddy Setiawan, menjelaskan tren prestasi olahraga Kota Kediri terus menunjukkan peningkatan signifikan. Selama 18 tahun penyelenggaraan Porprov Jatim, Kota Kediri mampu menjaga posisi di peringkat dua hingga lima besar.

Sementara itu, Bendahara KONI Kota Kediri, Merza Yona Franky, memaparkan proyeksi dampak ekonomi yang cukup besar. Berdasarkan perhitungan belanja langsung dan efek berganda (multiplier effect), potensi perputaran uang diperkirakan mencapai Rp146 miliar jika Kediri menjadi tuan rumah Porprov Jatim 2029.

Angka tersebut dihitung dari asumsi sekitar 8.850 atlet dan pelatih yang akan datang dan tinggal sementara di Kota Kediri selama pelaksanaan ajang olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Di sisi lain, aspek infrastruktur menjadi catatan penting. Humas KONI Kota Kediri, Rino Hayyu Setyo, menilai kesiapan venue olahraga harus menjadi perhatian utama pemerintah daerah jika ingin merealisasikan wacana tersebut.

“Konsekuensi memang memerlukan venue yang layak untuk pertandingan cabor, kami juga sudah memberikan kajian tentang venue kepada Pemkot Kediri,” pungkasnya.

Dengan potensi prestasi dan dampak ekonomi yang besar, wacana tuan rumah Porprov Jatim 2029 kini memasuki fase awal. Kajian matang dan sinergi lintas sektor menjadi kunci agar ambisi Kota Kediri tidak sekadar wacana, melainkan target realistis yang bisa diwujudkan.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan