KEDIRI WartaTransparansi.com – Di tengah prestasi gemilang SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School yang berhasil mengantarkan puluhan siswanya menembus perguruan tinggi, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana atau Mas Dhito menegaskan sekolah tersebut tidak boleh kehilangan jati dirinya. Sekolah berasrama yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu itu harus tetap berorientasi sosial dan tidak berubah menjadi sekolah komersial.
Penegasan tersebut disampaikan Mas Dhito saat menghadiri wisuda dan kelulusan angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School di Convention Hall Simpang Lima Gumul, Minggu (14/6).
Menurut Mas Dhito, keberhasilan sekolah tersebut tidak hanya diukur dari jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi, tetapi juga dari kemampuannya membuka akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga Desil 1 atau kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kediri berkomitmen menjaga keberlangsungan program pendidikan tersebut agar tetap menjadi jalan bagi anak-anak kurang mampu untuk mengubah masa depan mereka melalui pendidikan.
“Sekolah ini tidak boleh menjadi sekolah komersil, hanya khusus anak anak Desil 1,” tegas Mas Dhito.
Mas Dhito mengungkapkan, pendidikan merupakan salah satu instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Melalui pendidikan yang berkualitas, anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama untuk meraih kesuksesan dan meningkatkan taraf hidup keluarganya.
Komitmen itu terbukti melalui capaian angkatan pertama SMA Dharma Wanita 1 Pare Boarding School. Dari total 126 siswa yang lulus, sebanyak 101 siswa berhasil diterima di perguruan tinggi negeri maupun swasta.
Bahkan, berdasarkan data yang disampaikan Kementerian Sosial Republik Indonesia, sekolah tersebut menjadi peringkat pertama di Kabupaten Kediri dalam jumlah lulusan yang diterima di perguruan tinggi. Dari 56 siswa yang mengikuti Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), sebanyak 41 siswa atau 73,21 persen dinyatakan lolos ke perguruan tinggi negeri.
Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI Robben Rico menyebut model pendidikan yang diterapkan SMA Dharma Wanita 1 Pare berhasil membuktikan bahwa anak-anak dari keluarga miskin mampu bersaing dan berprestasi jika mendapatkan dukungan pendidikan yang tepat.
Bagi Mas Dhito, keberhasilan para lulusan menjadi bukti bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk meraih cita-cita. Ia berharap para alumni mampu menjadi generasi yang sukses, mandiri, dan kelak dapat mengangkat derajat keluarganya.
Dengan mempertahankan SMA Dharma Wanita 1 Pare sebagai sekolah khusus anak-anak Desil 1, Pemerintah Kabupaten Kediri ingin memastikan akses pendidikan berkualitas tetap terbuka bagi masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan ekonomi. Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya nyata mencetak sumber daya manusia unggul dan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.(*)







