banner 400x130
Kediri  

KWT Hikmah Tani Kediri Bangkit, Nanas Gunung Kelud Kini Siap Diekspor ke Timur Tengah

Perwakilan ID FOOD bersama KWT Hikmah Tani Kayunan meninjau kebun nanas Gunung Kelud di Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri sebagai persiapan ekspor ke Timur Tengah.
Perwakilan ID FOOD bersama anggota KWT Hikmah Tani Kayunan meninjau kebun nanas di lereng Gunung Kelud, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Kemitraan ini membuka peluang ekspor nanas ke Timur Tengah sekaligus diharapkan mampu menjaga stabilitas harga saat panen raya.(Foto: Moch Abi Madyan).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Masalah klasik terpuruknya harga nanas saat musim panen raya di lereng Gunung Kelud kini menemukan titik terang. Masuknya BUMN Pangan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID FOOD sebagai pembeli siaga (offtaker) siap menyerap hasil panen Kelompok Wanita Tani (KWT) Hikmah Tani Kayunan, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, untuk diekspor ke Timur Tengah.

Sinergi ini ditandai dengan rencana pengiriman sampel awal sebanyak tiga kontainer. Melalui model bisnis Business-to-Business (B2B), kemitraan ini hadir memangkas rantai pasok sekaligus menjadi jangkar penyeimbang harga saat produksi melimpah.

Senior Executive Vice President ID FOOD, Yosdian, menegaskan bahwa kehadiran pihaknya bertujuan menangkap peluang pasar internasional sekaligus memberikan kepastian penyerapan bagi para petani lokal di Kediri.

“Kami datang ke sini untuk menggali potensi ekspor buah nanas. Kebetulan kami saat ini juga melakukan beberapa ekspor komoditas lain seperti udang, bunga pala, beberapa komoditas lain. Nah, untuk nanas ini karena komoditas yang khas dari kaki Gunung Kelud, kami sudah mendengar di luar negeri ada permintaan sehingga kami tertarik untuk mencoba segera mengekspor buah nanas ini ke luar,” terang Yosdian, Rabu 29 Juli 2026.

Yosdian juga mengapresiasi kerapian tata kelola kelompok tani setempat. “Menurut saya poktan ini sangat bagus, Pak. Karena sudah terkelola saya lihat di sini dengan baik mulai dari hulu ke hilirnya. Tinggal kita memperkuat untuk ekspornya,” tambahnya.

Selama ini, fluktuasi harga saat panen raya menjadi tantangan utama yang merugikan petani. Terbukanya kran ekspor skala besar dinilai menjadi solusi nyata atas permasalahan harga yang selama ini kerap anjlok di pasaran.

Ketua KWT Hikmah Tani Kayunan, Dinar Anggry Andina, menaruh harapan besar pada kemitraan strategis ini.

“kalau masalah budidaya kayaknya tidak ada kendala ,cuma kendala ada waktu panen raya kadang harga tidak stabil KAMI berharap dengan adanya kemitraan penyerapan hasil panen lebih besar dan bisa menstabilkan harga nanas,” tegas Dinar.

Dinar menambahkan, penyerapan pasar luar negeri memberikan margin keuntungan yang jauh lebih tinggi.

“yang paling terasa dengan adanya permintaan pasar luar negeri sangat menguntungkan petani selain penyerapan nanas lebih besar dan harga lebih tinggi dari pasar lokal,” ujarnya.

Guna menopang ekspor, kelompoknya telah menyiapkan lahan seluas 50 hingga 80 hektare berkapasitas 60 ribu buah nanas per hektare. Pembinaan internal juga rutin digelar sebab anggota kwt setiap bulan mendapatkan pelatihan gratis secara mandiri. Ia pun berharap ke depan ada pendampingan ketahanan pangan dan variasi produk turunan.

“Upaya ini kami lakukan agar nilai komoditas makin melonjak. Keberlanjutan ekspor ini turut membutuhkan dukungan pemerintah pusat, khususnya ketersediaan pasokan pupuk dan efisiensi biaya budidaya,” tutup Dinar.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan