banner 400x130
Kediri  

Kabar Baik! Pemkab Kediri Bersiap Buka Kembali Wisata Air Panas Gunung Kelud

Tim Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri melakukan survei di lokasi wisata air panas Gunung Kelud sebagai persiapan pembukaan kembali destinasi yang tutup sejak erupsi 2014.
Tim Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri bersama pemangku kepentingan meninjau sumber air panas di kawasan Gunung Kelud, Kecamatan Ngancar, sebagai langkah awal pembukaan kembali destinasi wisata yang telah tutup sejak erupsi Gunung Kelud 2014.(Foto: istimewa).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Luka erupsi Gunung Kelud 2014 perlahan mulai berganti harapan. Setelah belasan tahun tak lagi bisa dinikmati wisatawan, pemandian air panas di kawasan Gunung Kelud diproyeksikan kembali dibuka sebagai magnet baru pariwisata Kabupaten Kediri.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri, Mustika Prayitno Adi, mengatakan survei lapangan telah dilakukan bersama sejumlah pihak untuk melihat potensi sekaligus tantangan yang harus disiapkan sebelum destinasi itu dibuka kembali.

Menurut Mustika, keberadaan wisata air panas memiliki potensi besar menjadi ikon baru yang mampu meningkatkan daya tarik kawasan wisata Gunung Kelud. Selain menarik wisatawan baru, pembukaan kembali destinasi tersebut juga diharapkan mengundang wisatawan yang pernah berkunjung untuk datang kembali.

“Kita telah lakukan survei, potensinya luar biasa sehingga bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung, termasuk yang pernah datang supaya tertarik datang kembali,” katanya, Senin 27 Juli 2026.

Mustika menjelaskan, penataan kawasan wisata Gunung Kelud menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Kediri. Langkah itu sejalan dengan arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana agar potensi wisata di Gunung Kelud maupun Gunung Wilis dikelola secara maksimal sehingga mampu memberikan manfaat bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat.

Sebagai bagian dari persiapan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menggandeng Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Ngancar serta komunitas pelaku wisata Gunung Kelud untuk melakukan survei lapangan. Keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar pembukaan destinasi dapat dilakukan secara matang, baik dari sisi pengelolaan maupun keselamatan pengunjung.

Salah satu aspek yang menjadi perhatian adalah kondisi jalur menuju lokasi wisata air panas. Saat ini, pengunjung harus berjalan kaki sekitar 30 menit dari area parkir baru untuk mencapai titik tujuan. Karena itu, pemerintah akan memetakan jalur yang paling aman dan memungkinkan digunakan wisatawan.

“Kita lihat dulu mana jalur yang bisa dilalui, semoga saja pembukaan wisata air panas ini bisa segera terwujud,” ungkapnya.

Wisata air panas di kawasan Gunung Kelud diketahui berhenti beroperasi setelah erupsi besar pada 2014 yang mengubah kondisi kawasan. Selama bertahun-tahun, akses menuju lokasi belum memungkinkan untuk dibuka kembali karena mempertimbangkan faktor keselamatan.

Dengan dimulainya survei tersebut, Pemkab Kediri berharap proses penataan dapat berjalan bertahap hingga wisata air panas kembali menjadi salah satu destinasi unggulan di Gunung Kelud. Apabila seluruh aspek keamanan, aksesibilitas, dan kesiapan kawasan terpenuhi, pembukaan kembali objek wisata itu diyakini akan melengkapi daya tarik Gunung Kelud sebagai salah satu tujuan wisata alam andalan di Kabupaten Kediri.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan