Surabaya, Wartatransparansi.com — Kekeluargaan Tanah Rencong (KTR) Surabaya Raya menggelar halal bihalal 1447 H/2026 M di Graha Mahameru, Jalan Raya Jemursari, Surabaya, Minggu (19/4/2026).
Kegiatan ini dihadiri ratusan warga Aceh dari Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, serta perwakilan KTR Malang. Sekitar 500 kepala keluarga (KK) turut diundang dalam acara tersebut.
Turut hadir Kepala Badan Penghubung Pemerintah Aceh di Jakarta, Marzuki Syam, serta Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Nurul Anshori. Dalam rangkaian kegiatan, juga dilakukan pelantikan mahasiswa Aceh di Surabaya Raya.
Ketua Umum KTR Surabaya Raya, Syech M. Akbar, menyampaikan rasa syukur atas tingginya antusiasme warga. Menurutnya, kehadiran ratusan peserta menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan dan kerinduan warga Aceh di perantauan untuk bersilaturahmi.
“Halal bihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat ukhuwah dan menjaga kekompakan masyarakat Aceh di Surabaya Raya,” ujarnya.
Ia berharap KTR dapat terus menjadi wadah pemersatu sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat luas.
Syech M. Akbar juga mengungkapkan bahwa berkat dukungan berbagai pihak, KTR Surabaya Raya telah berhasil membangun asrama mahasiswa berlantai tiga yang kini telah terisi. Meski demikian, fasilitas tersebut belum mampu menampung seluruh mahasiswa Aceh di Surabaya.
“Sebagian mahasiswa, khususnya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), masih memilih tinggal di indekos yang lebih dekat dengan kampus,” jelasnya.
Selain memperkuat silaturahmi, KTR Surabaya Raya juga aktif dalam kegiatan sosial. Baru-baru ini, organisasi tersebut berhasil menghimpun donasi sebesar Rp85 juta untuk membantu korban bencana di Aceh dalam bentuk sembako dan bantuan tunai.
“Kami juga memberikan bantuan sebesar Rp1 juta bagi mahasiswa Aceh di Surabaya yang keluarganya terdampak musibah,” tambahnya.
Acara berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, diisi dengan sambutan, doa bersama, serta ramah tamah antaranggota.
Sementara itu, Sekretaris Bakesbangpol Pemprov Jatim, Nurul Anshori, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Aceh yang dinilai turut menjaga suasana Jawa Timur tetap aman, nyaman, dan kondusif.
“Hari ini Surabaya terasa sejuk, bukan karena pendingin ruangan, tetapi karena kehadiran masyarakat Aceh yang ikut menjaga harmoni di Jawa Timur,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan salam hormat dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, kepada masyarakat Aceh di perantauan. Menurutnya, Gubernur mengapresiasi nilai-nilai kebersamaan serta tradisi khas masyarakat Aceh, termasuk budaya ngopi di pagi hari.
“Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Bakesbangpol terbuka untuk KTR. Bahkan di kantor kami tersedia ruang untuk berkumpul dan ngopi bersama,” pungkasnya. (*)












