Hemat BBM, Kendaraan Operasional Pemkot Surabaya Beralih ke Listrik

Pemkot Surabaya menerapkan opsi work from home (WFH) dan mengimbau aparatur sipil negara (ASN) untuk menggunakan transportasi umum atau kendaraan listrik.

SURABAYA, WartaTransparansi.com – Pemkot Surabaya menerapkan opsi work from home (WFH) dan mengimbau aparatur sipil negara (ASN) untuk menggunakan transportasi umum atau kendaraan listrik.

Bahkan, dalam upaya penghematan energi, pemkot juga melakukan lelang kendaraan operasional, dan akan diganti dengan kendaraan listrik.

Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, rencananya kendaraan yang dilelang itu akan diganti menjadi kendaraan listrik. Tujuannya, yakni untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) sekaligus menjaga kualitas lingkungan.

“Makanya itu kita hari ini juga punya komitmen, 80 (unit) kendaraan juga kita lelang. Yaitu untuk kendaraan sepeda motor dan mobil yang belum terlelang,” kata Eri di rumah dinasnya, Selasa (14/4/2026).

Dia menargetkan, transisi dari kendaraan BBM ke listrik dimulai pada Mei 2026. Asalkan, proses lelang kendaraan tersebut berhasil seluruhnya.

“Kalau lelangnya sudah berhasil semua, maka di bulan Mei kita ganti dengan kendaraan listrik semuanya. Baik motor maupun mobil, nanti kita menggunakan (sistem) sewa,” ujarnya.

Eri menjelaskan, dalam proses lelang tersebut pemkot bersama Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) juga akan melakukan proses percepatan lelang.

“Saya kemarin juga ke KPKNL meminta supportnya untuk dipercepat, hasilnya ada, sehingga kami bisa menggunakan mobil listrik semuanya,” jelasnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan, bahwa pemkot menggelar proses lelang kendaraan operasional yang usianya mencapai tujuh tahun lebih. Lelang kendaraan ini merupakan bagian dari upaya pemkot untuk efisiensi pemakaian energi BBM.

Adapun jumlah kendaraan yang dilelang yakni sebanyak 85 unit. Rinciannya, ada 70 unit kendaraan R4, 13 unit R2, dan 2 unit kendaraan roda tiga (R3). Puluhan kendaraan tersebut, lanjut dia, sebagian sudah ada yang dilakukan proses lelang. Sedangkan sisanya, akan dilakukan lelang pada pekan ini.

“Jadi kendaraan yang usianya tujuh tahun itu kami kaji ulang untuk kita lakukan penjualan (lelang). Artinya apa? Di situ kan ada upaya-upaya melakukan penghematan (energi) benar-benar dilakukan secara masif,” kata Wiwiek.

Proses lelang tersebut telah dimulai sejak 13 April 2026 hingga batas akhir penawaran pada 20 April 2026. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti lelang, dapat melakukan pendaftaran melalui situs resmi KPKNL di https://portal.lelang.go.id/. Setelah itu, peserta lelang dapat mengikuti prosedur persyaratan dan peraturan yang ada di dalam situs tersebut.

Wiwiek berharap, pendapatan dari hasil lelang kendaraan pada tahun ini bisa mencapai target Rp6,3 miliar. Selain itu, ia juga berharap, adanya lelang ini pemkot dapat melakukan penghematan energi, terutama penggunaan BBM secara signifikan.

Lelang kendaraan ini sudah dilakukan sejak tahun 2024. Saat itu, pemkot melakukan lelang puluhan kendaraan operasional yang digunakan oleh Kepala Perangkat Daerah (PD). Setelah dilakukan proses lelang, akhirnya pemkot mengalihkan kendaraan operasional Kepala PD ke mobil listrik menggunakan sistem sewa.

“Kendaraan listrik itu kan juga sudah dilakukan ya, penghematan di posisi BBM. Kita menggunakan sistem sewa, artinya kami sudah melakukan efisiensi terhadap pemakaian BBM dan ada perbedaan yang signifikan terhadap penghematan,” ujarnya. (*)

Editor: Wetly