KEDIRI WartaTransparansi.com – Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MW KAHMI) Jawa Timur (Jatim) mulai mematangkan persiapan Musyawarah Wilayah (Muswil) VI yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Konsolidasi organisasi itu mengemuka dalam rangkaian Safari Ramadan Klaster 7 (Kediri Raya) yang digelar di sebuah Hotel di Jalan Jaksa Agung Suprapto Kota Kediri Sabtu (14/3/2026).
Koordinator Presidium MW KAHMI Jatim, Agus Mahfud Fauzi, mengatakan Safari Ramadan tahun ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana konsolidasi menjelang Muswil.
“Tujuannya ada dua. Pertama, tentu syiar Ramadan sebagai kewajiban umat Muslim. Kedua, kami melakukan konsolidasi organisasi, khususnya terkait persiapan Muswil yang akan kita laksanakan pada Oktober 2026 nanti,” ujar Agus usai kegiatan.
Ia menjelaskan Safari Ramadan dibagi dalam tujuh klaster di seluruh Jatim untuk mempermudah koordinasi dan penyerapan aspirasi dari daerah. Klaster 7 mencakup Kediri Kabupaten/Kota, Blitar Kabupaten/Kota, Tulungagung, dan Nganjuk.
Dalam forum tersebut, pengurus wilayah juga memantau laporan perkembangan organisasi dari masing-masing Majelis Daerah (MD). Selain itu, pengurus menggali berbagai kendala yang dihadapi di tingkat lokal, termasuk perkembangan rencana pembangunan Graha KAHMI di sejumlah daerah.
“Kami ingin tahu apa saja kendala di bawah dan bagaimana progres terkait rencana pembangunan Graha KAHMI yang sedang dirancang oleh teman-teman daerah,” kata Agus.
Salah satu poin yang mengemuka dalam pertemuan itu adalah kesiapan Kediri menjadi tuan rumah Muswil VI KAHMI Jatim. Menurut Agus, di setiap klaster terdapat daerah yang menyatakan minat menjadi lokasi pelaksanaan Muswil.
“Semua muaranya adalah menyukseskan Muswil 2026. Meskipun tanggal pastinya belum definitif, kami sudah mematok bulan Oktober sebagai waktu pelaksanaan,” tegasnya.
Muswil tersebut rencananya dihadiri seluruh pengurus MD KAHMI se-Jatim. Setiap daerah akan mengirim dua utusan resmi, ditambah perwakilan Forhati serta alumni HMI lainnya.
Sementara itu, Koordinator Presidium Majelis Daerah KAHMI Kota Kediri, Imam Wihdan Zarkasyi, menyebut pertemuan di Kediri menjadi bagian dari koordinasi intensif menjelang agenda lima tahunan organisasi itu.
“Persiapan Muswil yang insyaallah akan digelar di Oktober 2026 ini, intinya lagi mengupdate posisi kegiatan dari masing-masing wilayah,” ujar pria yang menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Kediri.
Imam menilai Kota Kediri memiliki posisi strategis dan mudah dijangkau oleh pengurus dari berbagai daerah di Jawa Timur. Dari sisi infrastruktur maupun kesiapan organisasi, pihaknya mengaku siap jika dipercaya menjadi tuan rumah.
“Secara persiapan sih kita siap untuk ditunjuk misalkan kalau memang bersedia direncanakan di sini, kita akan bekerja sama dengan panitia bareng lah dengan Kabupaten karena secara kegiatan memang kita relatif tidak bisa dipisahkan,” tutupnya.
Muswil KAHMI Jatim ke VI nantinya tidak hanya menjadi forum silaturahmi alumni HMI, tetapi juga agenda penting pemilihan sembilan orang Presidium untuk periode berikutnya. Selain itu, forum tersebut akan mengevaluasi peran KAHMI dalam mendukung pengembangan kader HMI di berbagai daerah di Jatim. (*)





