KARAWANG, WartaTransparansi.com – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk mendukung penuh implementasi mandatori Biodiesel B50 yang diluncurkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di SPBU Rest Area KM 57A Tol Jakarta–Cikampek, Karawang, Kamis (9/7/2026).
Khofifah mengatakan, peluncuran B50 merupakan langkah strategis pemerintah dalam mempercepat transformasi menuju kedaulatan energi nasional. Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya memperkuat ketahanan energi, tetapi juga memberi nilai tambah bagi sektor perkebunan, industri pengolahan, transportasi, serta perekonomian daerah melalui penguatan hilirisasi.
“Peluncuran B50 merupakan langkah besar menuju kedaulatan energi nasional. Kebijakan ini menunjukkan komitmen kuat pemerintah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar fosil sekaligus mengoptimalkan potensi sumber daya yang dimiliki bangsa sendiri,” kata Khofifah.
Sebagai salah satu pusat industri, manufaktur, perdagangan, dan logistik nasional, Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis dalam mendukung rantai pasok biodiesel, mulai dari distribusi, pemanfaatan hingga pengembangan industri pendukung. Karena itu, Pemprov Jatim siap menjadi bagian penting dalam akselerasi transformasi energi nasional.
Khofifah menambahkan, keberhasilan implementasi B50 memerlukan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat. Menurutnya, sinergi seluruh pemangku kepentingan akan memperkuat ketahanan energi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Ia juga menilai pemanfaatan biodiesel akan memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional, antara lain mengurangi impor solar, menghemat devisa negara, memperkuat hilirisasi industri sawit, membuka lapangan kerja, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menyebut peluncuran mandatori Biodiesel B50 sebagai tonggak penting menuju kemandirian energi Indonesia. Menurutnya, sebuah negara harus mampu memenuhi kebutuhan pangan, energi, dan air secara mandiri untuk menjaga ketahanan nasional.
Presiden mengungkapkan, implementasi program B50 diproyeksikan mampu menghemat devisa negara hingga sekitar Rp170 triliun serta menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 44,46 juta ton CO₂ pada 2026. Program tersebut akan diterapkan pada berbagai sektor, mulai dari transportasi, alat berat, pertanian, perkeretaapian, angkutan laut hingga pembangkit listrik.
“Indonesia adalah bangsa besar yang memiliki kekayaan sumber daya alam luar biasa. Karena itu, kita harus memaksimalkan potensi tersebut agar menjadi bangsa yang mandiri dalam pangan dan mandiri dalam energi,” ujar Presiden Prabowo.
Naskah ini disusun dengan gaya straight news untuk media online, sekitar 615 kata, dengan struktur piramida terbalik dan fokus pada fakta utama serta kutipan penting.
(min/ais)







