banner 400x130
Kediri  

Hari Pertama Sekolah, Wali Kota Kediri Ajak Para Ayah Luangkan Waktu Antar Anak

Wakil Wali Kota Kediri KH Qowimmudin Thoha (Gus Qowim) mengenakan seragam dinas ASN saat berjalan kaki mengantar putrinya ke sekolah SD Islam Bandarkidul pada hari pertama tahun ajaran baru.
Wakil Wali Kota Kediri, KH Qowimmudin Thoha atau Gus Qowim, berjalan kaki mendampingi putrinya berangkat sekolah di SD Islam Bandarkidul, Kediri, Senin (13/7/2026). Langkah ini menjadi bagian dari Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah yang digelorakan Pemkot Kediri. (Foto: istimewa).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengajak para ayah di wilayahnya untuk meluangkan waktu mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah di tahun ajaran baru. Perempuan yang akrab disapa Mbak Wali ini menegaskan bahwa kehadiran seorang ayah bukan sekadar rutinitas fisik, melainkan bentuk investasi penting dalam membangun karakter, kepercayaan diri, serta kesehatan mental anak.

Ajakan tersebut disampaikan langsung oleh Mbak Wali kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri bertepatan dengan dimulainya tahun ajaran baru. Melalui Gerakan Ayah Mengantar Anak ke Sekolah, ia berharap ikatan emosional antara orang tua dan anak dapat terjalin semakin kuat.

Menurut Mbak Wali, keharmonisan di dalam keluarga merupakan fondasi utama untuk melahirkan generasi yang berkarakter, berprestasi, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. Oleh karena itu, keterlibatan aktif para ayah dalam gerakan ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap dunia pendidikan.

“Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh sekolah, tetapi juga oleh keluarga. Kehadiran ayah dan ibu dalam mendampingi anak memiliki peran yang sama pentingnya dalam membentuk karakter, kecerdasan, kesehatan mental, hingga rasa percaya diri anak,” ujarnya, Senin 13 Juli 2026.

Lebih lanjut, Mbak Wali memaparkan bahwa berbagai hasil kajian ilmiah telah membuktikan dampak positif kehadiran sosok ayah terhadap perkembangan emosional, kemampuan bersosialisasi, hingga motivasi belajar anak. Ia pun berharap momentum hari pertama sekolah bisa menjadi langkah awal bagi para ayah untuk lebih meluangkan waktu bagi buah hati mereka.

Kendati demikian, orang nomor satu di Pemkot Kediri ini mengingatkan agar gerakan ini tidak disalahgunakan. Ia meminta para ASN tetap bijak dan tidak menjadikan momen ini sebagai alasan untuk melanggar kedisiplinan kerja maupun mengabaikan pelayanan publik.

“Silakan mengantar anak ke sekolah, tetapi tetap bijak dan bertanggung jawab. Jangan sampai kesempatan ini dimaknai sebagai bentuk berkurangnya komitmen terhadap disiplin kerja. Sebagai ASN, kita tetap memiliki kewajiban menjaga kedisiplinan, menaati aturan, dan memastikan pelayanan publik berjalan optimal,” tegasnya.

Di akhir penyampaiannya, Mbak Wali sempat bernostalgia dan membagikan pengalaman pribadinya semasa sekolah. Perhatian sederhana berupa antaran orang tua ke sekolah diakuinya mampu memberikan suntikan semangat dan kebahagiaan tersendiri bagi seorang anak.

“Saya memang belum memiliki anak, tetapi saya pernah menjadi anak. Saya tahu rasanya ketika diantar ayah dan ibu ke sekolah. Ada semangat dan kebahagiaan terseni yang dirasakan seorang anak,” ungkapnya.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan