Kediri  

Seragam Hitam, Hati Emas! Pendekar PSHT Mojoroto Kota Kediri Peluk Anak Yatim Saat Buka Puasa

KEDIRI WartaTransparansi.com – Gemuruh doa memecah kesunyian sore di Musholla Wakaf Al Iman, Kelurahan Campurejo. Tidak ada latihan fisik atau peragaan jurus yang tajam. Ratusan warga Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Ranting Mojoroto, Cabang Kota Kediri Pusat Madiun, memilih menanggalkan sejenak atribut kekakuan organisasi silat untuk membasuh dahaga sosial melalui santunan anak yatim dan buka puasa bersama.

Langkah kaki tegap para pendekar tampak melunak saat berhadapan dengan puluhan anak yatim dan kaum duafa yang hadir. Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.30 WIB ini bukan sekadar seremoni pengenyang perut, melainkan upaya mempertebal nilai memayu hayuning bawana, memperindah keindahan dunia di tengah momentum suci Ramadan.

Ketua Cabang PSHT Kota Kediri Pusat Madiun, Agung Sediana, menegaskan bahwa keberadaan organisasi ini harus dirasakan langsung manfaatnya oleh akar rumput. Baginya, kekuatan seorang pesilat tidak hanya diukur dari ketangkasan fisik, tetapi sejauh mana mereka mampu merangkul sesama yang kekurangan.

“Tujuan diadakannya kegiatan buka puasa bersama dan santunan ini adalah agar PSHT bisa memberikan kemanfaatan bagi masyarakat. Harapannya, dengan hadirnya PSHT di tengah-tengah masyarakat dapat memberikan nilai positif dan kepedulian sosial,” ujar Agung Sabtu 14 Maret 2026.

Suasana khidmat kian kental saat panitia membagikan mushaf Al-Qur’an kepada para peserta. Di sudut musala, tampak pengurus dari Rayon Campurejo dan Rayon Wilis berbaur akrab dengan unsur tiga pilar kelurahan, tokoh masyarakat, hingga perwakilan TNI-Polri.

Kehadiran aparat ini seolah menjadi simbol bahwa persaudaraan yang dibangun PSHT mampu menjadi pilar stabilitas keamanan di wilayah Mojoroto.

Apresiasi tinggi datang dari Koramil 03 Mojoroto. Pelda Dwi Basuki, yang hadir mewakili institusinya, memandang gerakan sosial ini sebagai oase yang menyejukkan. Ia berharap, semangat berbagi ini menjadi fondasi karakter bagi setiap anggota PSHT agar tidak tercerabut dari akar budi pekerti yang luhur.

“Kami dari Koramil sangat mengapresiasi kegiatan sosial dari PSHT yang pada sore hari ini mengadakan santunan untuk anak yatim serta doa bersama. Harapan kami, melalui kegiatan seperti ini para pengurus dan anggota dapat terus menanamkan nilai budi pekerti yang baik, menjaga persaudaraan, serta mencintai bangsa dan negara,” ungkap Pelda Dwi dengan nada bangga.

Acara ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan hati, disusul dengan penyerahan santunan secara simbolis. Saat azan Magrib berkumandang, kesederhanaan menu buka puasa menjadi pelengkap kehangatan. Melalui aksi nyata di Kelurahan Campurejo ini, PSHT Ranting Mojoroto seolah ingin mengirimkan pesan kuat: bahwa di balik seragam hitam yang gagah, berdenyut hati yang penuh kasih terhadap sesama. (*)

Penulis: Moch Abi Madyan