banner 400x130

Khofifah Beri Sinyal Emil Dardak Lanjutkan Kepemimpinan Jatim

Gubernur Khofifah menghadiri Musda Vll Partai Demokrat Jatim di Surabaya, Sabtu (29/8/2026)

SURABAYA — Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberi sinyal politik positif terhadap Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Ketua DPD Partai Demokrat Jatim Emil Elestianto Dardak untuk melanjutkan kepemimpinan di Jawa Timur.

Sinyal tersebut disampaikan Khofifah saat memberikan sambutan dalam Musyawarah Daerah (Musda) VII Partai Demokrat Jawa Timur melalui Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Novotel Surabaya. Dalam kesempatan itu, Khofifah secara terbuka menitipkan sejumlah agenda dan program kepada Emil.

Khofifah menekankan pentingnya keberlanjutan kebijakan pemerintah, termasuk pengelolaan APBN dan APBD, agar diarahkan sebesar-besarnya untuk kemaslahatan serta kesejahteraan masyarakat Jawa Timur.

Ia juga mengusulkan agar Partai Demokrat kembali memperkuat gagasan Conditional Cash Transfer (CCT) atau Program Keluarga Harapan (PKH), yang mulai dirancang pada 2007 pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Khofifah, program tersebut kemudian mendapat penguatan pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, khususnya dalam aspek validasi data penerima bantuan.

Khofifah menilai kader Partai Demokrat di berbagai tingkatan dapat mengembangkan program tersebut melalui sistem graduation. Dengan skema itu, penerima bantuan sosial didorong agar tidak terus bergantung pada bansos, tetapi mampu mandiri hingga berkembang menjadi pelaku UMKM.

“Kalau berkenan ini menjadi salah satu program prioritas Pak Wagub yang juga Ketua Partai Demokrat Jawa Timur, Pak Emil Elestianto Dardak,” ujar Khofifah.

Pernyataan tersebut memperkuat perhatian politik terhadap posisi Emil di tengah munculnya apresiasi dan dukungan yang mengarah kepadanya untuk menjadi kandidat penerus Khofifah sebagai Gubernur Jawa Timur.

Menanggapi hal itu, Emil memilih tidak berspekulasi mengenai peluang politiknya. Ia menyebut posisi gubernur sebagai sebuah anugerah dan menjadikan apresiasi dari para tokoh sebagai motivasi untuk meningkatkan kinerja.

“Gubernur itu adalah sebuah anugerah yang luar biasa. Ya bagi saya, saya tentu menjadi motivasi untuk bekerja lebih baik lagi,” kata Emil saat memberikan keterangan kepada wartawan, Sabtu (29/8/2026).

Emil juga menyampaikan apresiasi terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Ia mengaku mengagumi sosok AHY, baik dari sisi kepribadian maupun kepemimpinannya.

“Mas AHY adalah sosok yang sangat saya kagumi, kebaikan hatinya, kemampuan dan kepemimpinannya. Sehingga apresiasi dari beliau, apresiasi dari Bu Khofifah, itu adalah satu hal yang amat sangat saya syukuri,” ujarnya.

Meski sinyal dukungan politik semakin terbuka, Emil menegaskan dirinya masih berfokus menjalankan mandat sebagai Wakil Gubernur Jawa Timur. Ia menyatakan prioritasnya saat ini adalah memastikan pemerintahan berjalan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Sekali lagi, masyarakat Jawa Timur hari ini ingin melihat Wakil Gubernur Jawa Timur ini bekerja dengan baik. Kira-kira begitu,” pungkas Emil.

Sikap Emil tersebut menunjukkan kehati-hatian politik. Di satu sisi, ia tidak menutup diri terhadap apresiasi dan dukungan yang datang. Namun di sisi lain, Emil memilih menempatkan kinerja pemerintahan sebagai pijakan sebelum berbicara lebih jauh mengenai kontestasi politik Jawa Timur.

(zal/min)