banner 400x130
Kediri  

MPLS Sekolah Rakyat Kota Kediri: Tak Sekadar Kenalan, Siswa Digembleng Hidup Mandiri Sejak Hari Pertama

Siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dengan penuh semangat.
Peserta didik Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri tampak antusias mengikuti rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Program ini dirancang untuk membantu siswa beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan kehidupan berasrama sekaligus membentuk karakter mandiri dan disiplin.(Foto: istimewa).

KEDIRI WartaTransparansi.com – Di banyak sekolah, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) identik dengan perkenalan guru, mengenal ruang kelas, lalu pulang membawa setumpuk kesan pertama. Pola itu tak sepenuhnya berlaku di Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri. Sejak hari pertama, para siswa justru diajak memasuki ritme hidup baru: bangun sebelum matahari terbit, tinggal di asrama, hingga belajar hidup disiplin bersama teman-teman yang sebelumnya asing.

Model pendidikan itu menjadi bagian dari konsep Sekolah Rakyat yang mengintegrasikan pembelajaran klasikal dengan pendidikan karakter melalui kehidupan berasrama. MPLS berlangsung pada 14-31 Juli 2026 sebagai masa adaptasi sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.

Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 2 Kota Kediri, Nur Zam’ah, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta didik mengenal lingkungan sekolah secara utuh, bukan hanya ruang belajar.

“MPLS bertujuan memperkenalkan lingkungan sekolah kepada peserta didik, mulai dari kebiasaan, tata tertib, budaya sekolah hingga kehidupan di asrama. Harapannya anak-anak dapat beradaptasi dengan baik sehingga siap mengikuti proses pembelajaran,” jelasnya.

Pelaksanaan MPLS mendapat pendampingan dari tim Sekolah Rakyat Menengah Pertama 15 Mojokerto, baik dalam penyediaan tenaga pendidik maupun materi pembelajaran. Hari pertama diawali pemeriksaan kesehatan gratis bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Kediri melalui Puskesmas Campurejo.

Agenda berikutnya bukan sekadar permainan pengakraban. Seluruh siswa menjalani analisis diagnostik akademik untuk memetakan kemampuan awal. Hasil pemetaan itu menjadi dasar guru menyusun strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik.

Materi MPLS juga diperkuat dengan pengenalan kehidupan berasrama, pembentukan karakter, serta edukasi dari berbagai instansi, mulai TNI, Polres Kediri Kota, Dinas Kesehatan, hingga Dinas Pendidikan.

Nur melihat respons siswa cukup menggembirakan sejak hari pertama.

“Anak-anak sangat semangat. Semoga mereka selalu sehat dan gembira, mampu memahami serta menjalankan aturan sekolah maupun asrama dengan baik. Kami berharap karakter positif mereka mulai terbentuk sejak masa MPLS hingga nanti dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Bagi Vinky Syawalia Putri, siswi kelas X asal Kelurahan Tosaren, hari pertama justru diawali rasa cemas. Ia khawatir tak menemukan teman di lingkungan baru. Kekhawatiran itu tak bertahan lama.

“Awalnya takut tidak punya teman. Tapi setelah mengikuti kegiatan, ternyata teman-temannya ramah dan baik seperti keluarga. Jadi saya senang sekali bisa sekolah di Sekolah Rakyat,” ungkap Vinky.

Pra-MPLS yang diisi makan bersama, school tour, asrama tour, hingga salat berjamaah membuat proses adaptasi berlangsung lebih mudah. Kehangatan itu berlanjut ketika ia mulai tinggal di asrama.

“Guru-gurunya sangat baik dan selalu membantu kami, terutama selama MPLS,” ujarnya.

Di balik cerita adaptasinya, Vinky membawa mimpi yang jauh lebih besar daripada sekadar menuntaskan masa orientasi.

“Saya ingin memiliki tujuan hidup yang baik dan suatu saat bisa mengangkat derajat orang tua,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Kota Kediri, Imam Muttakin, memastikan pemerintah terus memantau penyelenggaraan Sekolah Rakyat, termasuk distribusi perlengkapan siswa yang masih dilakukan secara bertahap.

“Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan pelaksanaan MPLS berjalan baik. Beberapa kebutuhan siswa, seperti perlengkapan dan seragam, saat ini masih dalam proses distribusi secara bertahap. Pemerintah terus memfasilitasi berbagai kebutuhan agar penyelenggaraan Sekolah Rakyat dapat berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh peserta didik agar memanfaatkan MPLS sebagai bekal sebelum memasuki proses belajar yang sesungguhnya.

“Perhatikan setiap arahan dari guru maupun pengasuh, kemudian laksanakan dengan baik agar nanti saat proses belajar mengajar dimulai, anak-anak dapat mengikuti seluruh kegiatan secara optimal. Kami juga berharap seluruh penyelenggara terus memperkuat komunikasi dan koordinasi sehingga pelaksanaan MPLS berjalan semakin baik,” pungkasnya.(*)

Penulis: Moch Abi Madyan