Kedigdayaan dan kepiawaian Kylian Mbappe Lottin dan Masour Ousmane Dembele ketika menjebol gawang selama pertandingan Piala Dunia 2026, seperti terhipnotis “Sihir” pertahanan dan pergerakan lini tengah selalu menutup pergerakan dua bintang Prancis itu, membuat Prancis menangis hanya menanti merebut tempat ketiga.
Kylian Mbappe dengan 8 gol dan 5 asist, masih berpeluang menambah pundi-pundi gol ketika pertandingan terakhir Piala Dunia 2026 untuk perebutan juara ketiga, menunggu hasil Argentina lawan Inggris (Kamis dini hari).
Demikian juga terobosan dan tendangan jarak jauh sangat fantastis Ousmane Dembele, seperti tersihir pertahanan dan gerakan pemain Spanyol yang begitu rapi menutup setiap ruang kosong, sehingga sulit melepas tembakan. Beberapa kali percobaan dua bintang Prancis terhenti di luar kotak pinalti atau hanya memutar-mutar si kulit bundar.
Hasil dari Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele dengan 5 gol dan 3 asist, tidak mampu menembus pertahanan Spanyol, Prancis harus rela hanya maksimal merebut tempat ketiga. Prancis harus mengubur mimpi menjadi juara.
Sebagaimana diketahui, istem pertahanan sepak bola Spanyol yang paling populer dikenal dengan istilah Juego de Posisi (Permainan Posisi) dan Gegenpressing (Menekan Balik). Sistem ini didukung penuh oleh pertahanan garis tinggi dan penguasaan bola atau Tiki-Taka, di mana pemain langsung merebut kembali bola dalam hitungan detik setelah kehilangan penguasaan.
Juego de Posisi (Positional Play) adalah menjaga bola secara konstan. Formasi ini membuat pemain lawan sulit mengembangkan permainan di lini tengah maupun area pertahanan krusial, bahkan mudah merebut bola dari lawan yang frustasi. Hal ini diibaratkan seperti mengunci lawan di dalam ruangan dan menyembunyikan kuncinya, sehingga lawan tidak punya kesempatan untuk menyerang.
Sedangkan Gegenpressing (Counter-pressing) ialah menekan lawan secara agresif di area pertahanan mereka sendiri. Jika bola hilang, seluruh pemain akan langsung mengepung pembawa bola lawan. Idenya adalah menghentikan serangan balik sebelum dimulai.
Garis Pertahanan Tinggi (High Line), adalah posisi bek Spanyol berdiri hampir di tengah lapangan. Ini mempersempit ruang gerak lawan dan membantu kiper (seperti Unai Simon) bertindak sebagai penyapu bola.
Pertahanan sangat tangguh Spanyol itulah menjadi kunci kesuksesan mereka mencapai final Piala Dunia 2026. Di bawah arahan pelatih Luis de la Fuente, mereka mencatat enam clean sheet (tidak kebobolan) dari tujuh pertandingan dan hanya kemasukan satu gol. Pemain kunci di balik rekor luar biasa ini antara lain: Unai Simon (penjaga gawang utama) yang tampil kokoh dan mencatatkan rekor penyelamatan gemilang.
Pau Cubarsi, bek muda yang sangat disiplin dalam memotong serangan lawan.
Penguasaan bola dari kaki dan kaki rapi terkontrol dengan teknik tinggi, membuat Spanyol lebih banyak mengontrol bola, sehingga lawan kesulitan mendapatkan ruang tembak.
Dua gol melalui titik pinalti, M. Oyarzabal pada menit 22′, dan tendangan terarah
P. Porro pada menit 58, mengantarkan Spanyol ke final. Dan Prancis menangis
Pemain muda Lamine Yamal Nasraoui Ebana (lahir 13 Juli 2007), menjadi salah satu kunci Spanyol yang bermain cerdas dan cerdik, termasuk menggangu lawan, termasuk Kylian Mbappe.
Kapten Timnas Spanyol Rodri (Rodrigo Hernandez) dengan kepiawaian pelatih Luis de la Fuente menunjuk gelandang bertahan ini untuk memimpin skuad La Roja di ajang Piala Dunia, mampu membuktikan ketika semifinal menyihir Prancis hingga menangis.
Bahkan, pelatih tim nasional Didier Deschamps yang sukses mempersembahkan gelar juara Piala Dunia 2018, dibuat tidak berdaya. Menyerah kalah dari Spanyo. (Djoko Tetuko)







