banner 400x130
Blitar  

Kunker di Blitar, Maruarar Sirait Tegaskan Penyaluran KUR BRI Tanpa Agunan

Menteri PKP Maruarar Sirait bersama Bupati Blitar, Wakil Wali Kota Blitar dan petinggi BRI saat kunjungan ke Blitar

BLITAR, WartaTransparansi.com – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI, Maruarar Sirait, menegaskan pemerintah terus memperkuat dukungan bagi pelaku UMKM melalui percepatan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menteri PKP tersebut menyampaikan bahwa plafon KUR Rp100 juta kebawah kini dapat diakses tanpa agunan tambahan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempermudah akses pembiayaan bagi masyarakat.

“Saya meminta BRI meningkatkan penyaluran KUR mulai Oktober mendatang agar semakin banyak pelaku UMKM dapat menikmati manfaat program tersebut. Dengan bunga efektif pertahun sekitar 6 persen (0,5) persen perbulan, proses yang lebih mudah, cepat, dan murah diharapkan mampu mendorong pertumbuhan usaha masyarakat,” jelasnya, saat kunjungan kerja di Kota Blitar, Kamis (02/07/26).

Menurut Maruarar, keberhasilan program pemerintah tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari BRI, pemerintah daerah, kementerian, hingga TNI, Polri, dan instansi terkait. Ia menilai semangat kebersamaan menjadi kunci dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Selain sektor UMKM, Maruarar juga menyoroti program renovasi rumah yang menunjukkan peningkatan signifikan di Blitar. Ia optimistis pada 2026 khususnya Kota Blitar dapat terbebas dari rumah tidak layak huni,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Konsumer BRI, Aris Hartanto menambahkan, BRI juga mendukung penuh program pemerintah melalui KUR Perumahan. Pembiayaan diberikan tidak hanya kepada pelaku usaha seperti pengembang dan toko bangunan dari sisi penyediaan (supply), tetapi juga kepada masyarakat yang ingin membeli, membangun, maupun merenovasi rumah dari sisi permintaan (demand).

Menurutnya, plafon KUR Perumahan dapat mencapai hampir Rp500 juta sehingga diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak sekaligus menggerakkan sektor konstruksi dan perekonomian daerah.

Pemerintah berharap berbagai program pembiayaan tersebut dapat menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, memperkuat UMKM, sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui akses permodalan dan perumahan yang semakin mudah. (*)

Penulis: Sumartono