banner 400x130

Menyiapkan UDD PMI Jawa Timur: Investasi Strategis Menjaga Ketersediaan Darah dan Menyelamatkan Nyawa

Ketua PMI H. Imam Utomo didampingi beberapa pengurus meninjau lokasi gedung yang digunakan untuk pelayanan Donor Darah milik PMI Provinsi Jawa Timur, Kamis (18/6/2026)

SURABAYA – Setiap kantong darah yang tersedia di rumah sakit dapat menjadi harapan bagi pasien yang menjalani operasi, ibu melahirkan dengan komplikasi, korban kecelakaan, hingga penderita thalassemia yang membutuhkan transfusi rutin. Karena itu, ketersediaan darah yang aman dan berkualitas menjadi salah satu pilar penting dalam sistem pelayanan kesehatan.

Kesadaran itulah yang mendorong PMI Jawa Timur mempersiapkan pembentukan Unit Donor Darah (UDD) PMI Provinsi Jawa Timur. Langkah awal dilakukan melalui peninjauan gedung yang akan digunakan sebagai pusat layanan donor darah provinsi di Jalan Ngagel Jaya Tengah No. 102 Surabaya, Kamis (18/6/2026).

Ketua PMI Jawa Timur H. Imam Utomo bersama jajaran pengurus meninjau langsung kondisi bangunan yang nantinya akan direvitalisasi menjadi fasilitas pelayanan darah modern. Gedung milik Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut sebelumnya pernah difungsikan sebagai kantor beberapa instansi pemerintah dan kini disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

Bagi dunia kesehatan, keberadaan UDD bukan sekadar tempat pengambilan darah dari pendonor. Di dalamnya terdapat rangkaian proses yang sangat penting, mulai dari seleksi donor, pemeriksaan kesehatan, pengujian laboratorium, pengolahan komponen darah, penyimpanan, hingga distribusi ke rumah sakit.

Karena itu, menurut Imam Utomo, kehadiran UDD tingkat provinsi akan menjadi penguat sistem pelayanan darah yang selama ini bertumpu pada UDD PMI kabupaten dan kota.

“Ketersediaan darah yang cukup dan aman merupakan kebutuhan dasar pelayanan kesehatan. Dengan adanya UDD provinsi, sistem pelayanan darah di Jawa Timur akan semakin kuat dan mampu menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas,” ujarnya.

Menjamin Darah yang Aman dan Berkualitas

Dalam pelayanan kesehatan modern            , darah termasuk produk biologis yang harus dikelola dengan standar sangat ketat. Setiap kantong darah wajib melalui serangkaian pemeriksaan untuk memastikan bebas dari risiko penularan penyakit serta aman digunakan pasien.

Karena itu, gedung yang akan digunakan sebagai UDD PMI Provinsi Jawa Timur harus terlebih dahulu direnovasi dan dilengkapi berbagai fasilitas sesuai standar yang ditetapkan pemerintah.

Peralatan laboratorium, ruang penyimpanan darah dengan pengaturan suhu khusus, sistem pengolahan komponen darah, hingga sarana pendukung lainnya menjadi bagian penting yang harus dipenuhi. Seluruh proses juga harus mengikuti standar pengawasan dari BPOM dan Kementerian Kesehatan.

“Peralatan UDD membutuhkan investasi yang cukup besar karena seluruh layanan harus memenuhi standar kesehatan dan keselamatan yang berlaku,” kata Imam Utomo.

Dari Donor Darah hingga Bahan Baku Obat

Pembangunan UDD Provinsi Jawa Timur juga memiliki nilai strategis yang lebih luas. Tidak hanya mendukung kebutuhan transfusi darah, tetapi juga terhubung dengan pengembangan industri plasma darah nasional.

Selama ini darah yang tidak dapat digunakan lagi untuk transfusi karena melewati masa simpan harus dimusnahkan. Namun dengan hadirnya pabrik plasma darah PMI di Jakarta, sebagian komponen darah dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan obat berbasis plasma.

Produk obat berbasis plasma sangat dibutuhkan untuk berbagai terapi medis, termasuk gangguan pembekuan darah dan kondisi tertentu yang memerlukan protein plasma.

Pemanfaatan plasma darah tersebut tidak hanya meningkatkan efisiensi pengelolaan darah, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi sistem kesehatan nasional.

Gedung Lama untuk Misi Kemanusiaan Baru

Dalam rencana pengembangannya, lantai pertama gedung akan difungsikan sebagai pusat pelayanan UDD, sementara lantai kedua digunakan untuk administrasi dan kegiatan pendukung. Tersedia pula ruang pertemuan berkapasitas sekitar 400 orang yang dapat dimanfaatkan untuk edukasi kesehatan, pelatihan relawan, maupun kegiatan kemanusiaan lainnya.

Meski dinilai cukup representatif dengan area yang luas dan lahan parkir memadai, sejumlah bagian bangunan masih membutuhkan perbaikan sebelum dapat digunakan sebagai fasilitas kesehatan.

PMI Jawa Timur saat ini masih melakukan perhitungan kebutuhan anggaran renovasi dan pengadaan peralatan. Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang telah memberikan izin pemanfaatan gedung menjadi modal penting untuk mewujudkan fasilitas tersebut.

Apabila seluruh proses berjalan sesuai rencana, UDD PMI Provinsi Jawa Timur diharapkan menjadi pusat pelayanan darah yang mampu memperkuat ketahanan stok darah, meningkatkan kualitas layanan transfusi, serta mendukung upaya penyelamatan nyawa masyarakat di berbagai penjuru Jawa Timur.

Sebab di balik setiap kantong darah yang tersimpan dengan baik, terdapat kesempatan hidup yang lebih besar bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit maupun keadaan darurat medis. **

(fir/min)