JEMBER, WartaTransparansi.com – Diduga keracunan usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG), sebanyak 18 siswa TK Al-Hidayah di Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember, dilarikan ke puskesmas dan rumah sakit, Rabu (20/5/2026).
“Kami sudah menerima laporan adanya puluhan anak yang diduga keracunan makanan MBG dari TK Al-Hidayah siang tadi,” ujar Achmad Imam Fauzi, Pj Sekda Jember sekaligus Ketua Satgas MBG, kepada wartawan, Kamis dini hari (21/5/2026).
Berdasarkan data yang diterima Pemerintah Kabupaten Jember, empat anak harus menjalani perawatan inap di RSU Kaliwates. Sementara satu anak dirawat di Puskesmas Kaliwates, satu anak lainnya dirawat di Puskesmas Jember Kidul, dan sejumlah siswa lainnya menjalani rawat jalan.
Dari keterangan Fauzi diketahui, makanan yang diduga menyebabkan keracunan tersebut berasal dari SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Mitra Kaliwates 7 yang berlokasi di Jalan Teratai.
Atas kejadian tersebut, Satgas MBG menegaskan akan mengambil langkah tegas dengan meminta operasional SPPG tersebut dihentikan sementara.
“Satgas akan tegas meminta penutupan SPPG tersebut,” tegas Fauzi.
Menurutnya, SPPG tersebut sebelumnya juga kerap menjadi sorotan karena banyak dikeluhkan masyarakat melalui kanal pengaduan “Wadul Guse”.
Selain itu, Satgas MBG bersama instansi terkait akan melakukan pengecekan terhadap kondisi dapur MBG di sejumlah kecamatan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Bupati Jember juga sudah menerima laporan dan menyayangkan kejadian ini. Beliau menyampaikan permohonan maaf kepada korban dan orang tua korban atas peristiwa tersebut,” pungkasnya.
Dari pantauan media ini di sejumlah titik SPPG, kiranya perlu dilakukan pengecekan serius oleh Satgas MBG agar kasus dugaan keracunan tidak kembali terjadi. SPPG yang tidak memenuhi standar kelayakan juga diminta untuk ditutup demi keselamatan peserta didik, mengingat siswa bukanlah “kambing percobaan”. (*)






