MOJOKERTO, WartaTransparansi.com – Pemkab Mojokerto, melalui Disbudporapar (Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata, menggelar Bimtek (bimbingan teknis) Marketing terkait Branding, Advertising, dan Selling Desa Wisata di Hotel Aston Mojokerto. Langkah ini guna mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemerintah Kabupaten Mojokerto dari segala sektor penunjang ekonomi, tak terkecuali sektor pariwisata
Kepala Disbudporapar Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto, mennjelaskan kegiatan bimtek tersebut diikuti peserta perwakilan dari pengelola Desa Wisata di Kab. Mojokerto.
Sedangkan kegiatan Bimtek ini untuk untuk menambah pemahaman tentang Marketing yang meliputi Branding, Advertising, dan Selling Wisata Desa . Sasarannya mengajak peserta yang sebagian besar pengelola wisata desa tidak hanya jago memotret dan menulis caption yang menarik, tetapi juga fokus pada cara menjaga keberlanjutan desa wisata.
Adapun tujuan diakan kegiatan ini, agar pengelola tidak cuma pintar promosi, tapi juga mampu memastikan desa wisata masing-masing untuk tetap eksis dan berkembang dalam jangka panjang.
“Dalam bimtek ini, kita tidak hanya belajar bagaimana cara memotret yang bagus, bagaimana cara membuat caption yang menarik, tapi juga bagaimana menjaga keberlanjutan dari desa wisata itu sendiri,”tukas Kadisbudporapar Kabupaten Mojokerto, Ardi Sepdianto , dikonfirmasi Selasa, (5/5/2026).
Secara terpisah Wakil Bupati Moch. Rizal Octavian yang membukan kegiatan Bimtek Marketing Branding, Advertising, dan Selling Desa Wisata yang dihadiri para peserta penggerak dan perwakilan dari Desa Wisata se-Kabupaten Mojokerto, mengungkapkan bahwa Desa Wisata harus mampu menjual pengalaman dan kenangan berkesan agar pengunjung bisa membawa cerita positif yang bisa menjadi sarana promosi alami.
“Desa wisata itu menjual rasa, menjual pengalaman, dan menjual kenangan, jadi kita harus mulai belajar, bagaimana caranya agar setelah mereka (pengunjung) datang, mereka pulang dengan membawa cerita yang baik untuk dibagikan ke orang lain,”jelas Mas Rizal panggilan akrab Wabub Mojokerto.
Mas Rizal menambahkan, bahwa Pemerintah Kabupaten berkomitmen penuh dalam mendukung regulasi dan pembangunan infrastruktur penunjang, sekaligus menekankan keberhasilan sektor pariwisata sepenuhnya berada di tangan para pengelola sebagai garda terdepan di lapangan.
“Kami di jajaran Pemerintah Kabupaten akan terus berupaya memberikan dukungan, baik dari sisi regulasi maupun infrastruktur penunjang, namun keberhasilan sesungguhnya ada di tangan panjenengan semua (pegiat Desa Wisata) sebagai pengelola di lapangan,”tegas Mas Rizal Octavian.
Wabup Mojokerto berpesan bahwa kolaborasi merupakan kunci utama kesuksesan pariwisata, di mana setiap desa wisata harus saling mendukung dan bersinergi alih-alih terjebak dalam persaingan yang tidak sehat. Ia mengajak para pengelola untuk tidak berjalan sendiri-sendiri demi menciptakan ekosistem wisata daerah yang kuat dan berkelanjutan.
“Kolaborasi adalah kunci, jangan berjalan sendiri-sendiri, desa wisata yang satu dengan yang lain harus saling mendukung, bukan malah bersaing yang tidak sehat,”pungkas Mas Rizal.(*)






