BANYUWANGI, Wartatransparansi com — Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyuwangi menggelar Pelatihan Pertolongan Pertama (PP) Tingkat Advance 2026 dengan melibatkan 20 relawan lintas unsur guna memperkuat kapasitas penanganan darurat dan kebencanaan.
Pelatihan yang berlangsung di Markas PMI Banyuwangi ini diikuti peserta dari KSR Markas, KSR Perguruan Tinggi, TSR (Pembina PMR), SIBAT, Basarnas, serta Pemadam Kebakaran.
Wakil Ketua PMI Banyuwangi, Dr. H. Nurhadi, MM., menegaskan bahwa pertolongan pertama merupakan kompetensi dasar yang wajib dimiliki relawan PMI, terutama dalam menghadapi bencana, konflik, krisis kesehatan, hingga kondisi kedaruratan lainnya.
“PMI sangat identik dengan pertolongan pertama, baik dalam situasi darurat maupun kegiatan rutin seperti siaga Lebaran, Natal, Tahun Baru, dan berbagai event nasional,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelatihan tingkat mahir ini ditujukan untuk meningkatkan kompetensi relawan agar mampu memberikan layanan pertolongan pertama yang profesional dan sesuai perkembangan global.
Selain peningkatan kapasitas, PMI Banyuwangi juga mendorong sinergi dengan stakeholder kemanusiaan dengan melibatkan Basarnas dan Pemadam Kebakaran dalam pelatihan tersebut.
Pelatihan ini mengacu pada standar PMI Pusat dengan durasi 47 jam pelajaran yang dilaksanakan selama lima hari, 6–10 Mei 2026.
Sementara itu, relawan yang telah mengikuti pelatihan sebelumnya mendapatkan sesi penyegaran materi pada 9–10 Mei 2026.
Kasubbid Pembinaan Relawan PMI Provinsi Jawa Timur, Hamidan Noor Firdaus, mengapresiasi langkah PMI Banyuwangi yang mampu menyelenggarakan pelatihan tingkat advance secara mandiri.
“Tidak semua PMI kabupaten/kota mampu melaksanakan pelatihan ini dengan pembiayaan sendiri. Ini menjadi langkah maju dalam penguatan kapasitas relawan,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan secara maksimal, mengingat materi disampaikan oleh pelatih berkompeten tingkat provinsi hingga nasional.
Pelatihan ini diharapkan menghasilkan relawan PMI Banyuwangi yang lebih siap, tanggap, dan profesional dalam memberikan layanan pertolongan pertama kepada masyarakat. (*)






