Jaga Mobilitas Warga, Dinas PUCKPP Banyuwangi Prioritaskan Tambal Sulam Jalan

BANYUWANGI, Wartatransparansi.com – Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya, Perumahan, dan Permukiman (PUCKPP) Kabupaten Banyuwangi terus berupaya menjaga kualitas infrastruktur jalan di seluruh wilayah.

Di tengah proses perencanaan proyek peningkatan jalan berskala besar yang masih berjalan, perbaikan sementara melalui metode tambal sulam kini menjadi prioritas demi memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar.

Sejumlah ruas jalan di berbagai kecamatan mulai ditangani secara bertahap. Langkah ini dinilai sebagai solusi cepat untuk mengatasi kerusakan ringan hingga sedang yang berpotensi mengganggu aktivitas warga serta membahayakan pengguna jalan.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUCKPP Banyuwangi, Ebta Adharisandi, S.T., M.Si., mengatakan bahwa perbaikan sementara tersebut dilakukan sambil menunggu proses lelang proyek peningkatan jalan yang lebih komprehensif.

“Pada tahun ini kami tetap menjalankan program rehabilitasi jalan di sejumlah titik. Langkah ini penting untuk memastikan kondisi jalan tetap layak dilalui sebelum proyek peningkatan jalan secara menyeluruh direalisasikan,” ujar Ebta, Selasa (5/5/2026).

Menurutnya, perbaikan tambal sulam merupakan bentuk respons cepat pemerintah daerah terhadap keluhan masyarakat terkait kerusakan jalan. Ia menegaskan bahwa akses jalan memiliki peran vital dalam mendukung aktivitas ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan publik sehari-hari.

“Perbaikan saat ini masih bersifat tambal sulam di beberapa wilayah. Ini kami lakukan sambil menunggu proses lelang yang masih berlangsung,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ebta menegaskan bahwa DPUCKPP Banyuwangi tetap menargetkan program pengaspalan baru serta rehabilitasi jalan secara menyeluruh yang akan dilaksanakan bertahap sepanjang tahun 2026. Komitmen tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur secara merata di seluruh wilayah.

“Di tengah tahapan administrasi proyek, strategi ini menjadi jembatan agar kebutuhan masyarakat akan jalan yang layak tetap terpenuhi. Kami berupaya menjaga keseimbangan antara pembangunan jangka panjang dan penanganan cepat di lapangan,” pungkasnya. (*)

Penulis: Nur Muzayyin