Diiringi Tangis dan Suasana Khidmat, KBIHU Rohmatul Ummah An-Nahdliyah Lepas 912 Jemaah Haji

SIDOARJO, Wartatransparansi.com – Sebagai Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umroh (KBIHU) terlama di Sidoarjo, KBIHU Rohmatul Ummah An-Nahdliyah (RUN) tetap istiqamah melakukan bimbingan, pendampingan dan menjaga kemabruran haji. Diiringi isakan tangis dan suasana khidmat, 912 jemaah haji dilakukan seremonial Doa Bersama dan Pelepasan di Gedung RUN, Ahad (26/4/2026).

Kehadiran dan wejangan Romo KH Ahmad Rofiq Siroj, salah satu pendiri KBIHU RUN, Romo KHR. Abdus Salam Mujib, Rois Syuriah PCNU Sidoarjo dan beberapa ulama khos menambah mantab jamaah yang selalu mendapatkan pendampingan ibadah di Haramain, Makkatul Mukaromah dan Madinatul Munawaroh.

Pesan Ketua KBIHU RUN KH Abdush Shomad Mahfudz kepada jamaah, tetap menjaga niat mulia memenuhi panggilan Allah SWT, untuk mengikuti proses ibadah dengan memperhatikan kondisi kesehatan, fisik, kekompakan, dan bisa meringankan beban jamaah yang lain.

“Alhamdulillah, dengan kehadiran jamaah di Gedung RUN ini, menjadi penyemangat bahwa ibadah haji bukan sekedar ritual semata, dibutuhkan soliditas, kestabilan fisik, memahami situasi, kondisi, dan tanah Arab yang beda dengan di Indonesia (Sidoarjo). Semoga dalam beribadah jamaah diberikan kemudahan, kelancaran, dan mampu menjalankan rukun, wajib dan Sunnah sesuai ketentuan,” ujar Kiai Shomad.

Salah satu perwakilan jamaah saat sambutan merasa bersyukur bisa bergabung dengan KBIHU Rohmatul Ummah An-Nahdliyah. Dengan mata berkaca-kaca, meminta doa masyarakat Sidoarjo untuk ikut mendoakan jamaah dan menjadikan Indonesia negara yang baldathon Thoyyibatun warabbul Ghofur.

Sebelumnya, Kepala Kemenhaj dan Umroh Sidoarjo, Hj. Eliana, M.Ag mengingatkan dloifullah (tamu Allah) asal Sidoarjo terap mengikuti ketentuan sebagai salah satu kuota terbesar di Jatim. Angka ini mencakup urutan porsi reguler serta prioritas lanjut usia, dengan terus fokus khusus pada kesehatan jamaah risti (berisiko tinggi) dan lansia.

“Yang patut menjadi perhatian, jamaah menata hati, niat dan fisik tetap terjaga serta bekal takwa. Kebetulan Sidoarjo sebagai wilayah penyangga Surabaya, Gresik dan Mojokerto. Semua harus mengikuti arahan dan bimbingan dari petugas, baik dari PPIH Saudi, Karom, dan Karu,” ungkap Bu Nyai Eliana.

Lanjut Nyai Eliana, misi haji 2026 menjadi kewajiban kita untuk mendukung Tri Sukses Haji. Yaitu sukses ritual haji, sukses ekosistem ekonomi haji serta sukses peradaban dan keadaban.

“Sesuai regulasi, keberadaan KBIHU ikut membantu kemandirian dan ketahanan jamaah haji sehingga isthatho’ah. Jamaah jangan menforsir diri, jaga kondisi.

InshaAllah, tetap niat, sabar, ikhlas dan pasrah, InshaAllah menjadi haji mabrur, ” ulasnya.
Informasi yang dilansir dari laman Kemehaji dan umroh, jamaah haji Sidoarjo terbagi ada 11 kloter, 5 kloter (Kelompok Terbang) gelombang 1 dan 6 kloter gelombang 2.

Terinci, dimulai ada jamaah sebagai penyangga di kloter 20. Berikutnya, kloter 53 Full (sebanyak 380 jamaah), kloter 54 Full 380, 55 Full 380, kloter 56 campur dengan jamaah Surabaya plus, Kloter 57 Full 380, kloter 58 Full 380 dan kloter 59 Full 380.

“Jamaah yang lain tersebar di Kloter 68, 71, dan Kloter 116 sebagai penyangga dan mayoritas dari Sidoarjo. Semoga diberikan kemudahan, kelancaran dan kenikmatan menyempurnakan rukun Islam yang kelima,” pungkasnya. (*)

Penulis: HS. Makin Rahmat