BRI Cab.Mojokerto Gelar Fire Drill Bersama Damkar Perkuat Mitigasi Risiko Kebakaran

Kegiatan simulasi pemadaman kebakaran oleh karyawan BRI Cabang Mojokerto bersama tim Damkar Kab. Mojokerto di halaman belakan Kantor BRI Cab. Mojokerto

MOJOKERTO, WartaTransparansi.com – BRI (Bank Rakyat Indonesia) Cabang Mojokerto menggelar simulasi penanganan kebakaran (fire drill) bersama tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Mojokerto.

Kegiatan ini sebagai komitmen BRI untuk memastikan keselamatan kerja bagi karyawan apabila terjadi musibah yang tidak diinginkan seperti kebakaran dapat diantisipasi dengan mudah.

Pantauan dilokasi Kantor BRI Cabang Mojokerto, Jalan Mojopahit No. 378, Mergelo, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto ini mendadak ramai degan kegiatan yang melibatkan seluruh karyawan, termasuk petugas keamanan sebagai garda terdepan dalam kondisi darurat. Kegiatan simulasi ini menjadi bagian dari strategi mitigasi risiko sekaligus upaya membangun budaya keselamatan (safety culture) di lingkungan kerja perbankan.

Manager Operasional BRI Mojokerto, Nurul Khomar Gayam, kepada awak media menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah preventif yang dilakukan secara berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan seluruh insan BRI memiliki kesiapan, baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan. Kegiatan ini rutin dilakukan setiap tahun, sekaligus praktik langsung bersama Damkar,”jelas Nurul Khomar, dikonfirmasi usai kegiatan, Sabtu (25/4/2026).

Pada pelaksanaan simulasi, peserta mempraktikkan langsung penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) dengan skenario kebakaran ringan di area kantor. Latihan ini bertujuan agar pekerja mampu melakukan penanganan awal sebelum api membesar.

Selain itu juga melibatkan peserta mendapatkan edukasi mengenai penyebab umum kebakaran, langkah pencegahan, hingga prosedur penanganan yang aman dan terstruktur. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif oleh tim Damkar dengan pendekatan manajemen risiko.

Ke depannya, BRI Cabang Mojokerto berkomitmen untuk mengintensifkan pelatihan serupa secara berkala, dengan target dua hingga tiga kali dalam setahun. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) secara konsisten.

Secara terpisah, petugas Damkar Kabupaten Mojokerto yang turut memberikan edukasi pada kegiatan tersebut menjelaskan konsep dasar terjadinya kebakaran melalui teori fire triangle, yang terdiri dari tiga unsur utama: oksigen, bahan bakar, dan panas.

“Kebakaran umumnya berawal dari api kecil. Jika tidak segera ditangani, dapat berkembang menjadi besar. Penanganan awal sangat menentukan, dan ini adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya petugas keamanan,” jelas petugas Damkar.

Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran, baik di lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari. Dilingkungan tempat tinggalnya.

“Sinergi antara sektor perbankan dan instansi penanggulangan bencana ini bisa menjadi contoh dalam penguatan manajemen risiko di sektor pelayanan publik”pungkas petugas Damkar (*)

Penulis: Gatot Sugianto