Surabaya, Wartatransparansi.com – DPD Partai Golkar Jawa Timur mengakselerasi kaderisasi dengan menyasar generasi muda sebagai basis utama pemilih pada Pemilu 2029. Upaya tersebut ditegaskan melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan serta Bidang Pemuda dan Olahraga yang diikuti seluruh DPD kabupaten/kota se-Jatim, Rabu (15/4/2026).
Sekretaris DPD Partai Golkar Jatim, Blegur Prijanggono, menegaskan bahwa Rakornis menjadi bagian dari konsolidasi internal pasca-Rakerda sekaligus langkah strategis memperkuat struktur organisasi hingga tingkat bawah. Fokus utama diarahkan pada regenerasi kepemimpinan dan peningkatan peran kader muda.
“Pemilih 2029 didominasi generasi muda. Karena itu kaderisasi harus dipersiapkan sejak sekarang dan menyentuh semua tingkatan organisasi,” ujarnya.
Menurut Blegur, penguatan struktur partai akan dimulai dari tingkat paling bawah melalui musyawarah kecamatan (muscam) hingga musyawarah kelurahan (muslur), dengan melibatkan lebih banyak generasi muda. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan partai tetap relevan di tengah pergeseran demografi pemilih.
“Gen Z harus dirangkul sejak awal melalui proses kaderisasi di tingkat bawah,” tegasnya.
Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan DPP Partai Golkar, Zulfikar Arse Sadikin, menyebut kaderisasi sebagai faktor kunci keberlanjutan partai. Ia menilai Golkar saat ini tengah berada dalam fase transisi generasi yang menuntut kehadiran kader-kader baru.
“Kaderisasi adalah darah organisasi. Tanpa itu, partai tidak akan berkembang. Saat ini kita membutuhkan generasi baru untuk melanjutkan perjuangan,” ujarnya.
Zulfikar juga menekankan pentingnya penerapan sistem meritokrasi dalam tubuh partai. Menurutnya, kader yang menempati posisi strategis harus berasal dari proses kaderisasi yang jelas dan terukur.
“Kita ingin meritokrasi berjalan. Yang mengurus partai adalah mereka yang telah melalui proses kaderisasi,” katanya.
Ia optimistis, penguatan kaderisasi berbasis generasi muda akan berdampak langsung pada peningkatan elektabilitas partai, terutama di kalangan pemilih muda.
“Semakin banyak anak muda terlibat, semakin besar peluang meningkatkan dukungan, khususnya dari Gen Z,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Jatim, Adiel Muhammad Kanantha, menegaskan pihaknya akan mengintensifkan kaderisasi dengan pendekatan yang lebih adaptif terhadap karakter generasi muda.
Salah satunya melalui pembentukan struktur organisasi hingga tingkat kecamatan dan kelurahan dengan gaya komunikasi yang relevan.
“Kami gunakan pendekatan ala anak muda agar lebih mudah diterima. Tidak bisa lagi menggunakan cara lama,” ujarnya.
Adiel mengakui masih adanya sikap apatis di kalangan muda terhadap partai politik. Karena itu, pendekatan yang fleksibel dan komunikatif dinilai menjadi kunci untuk membangun kedekatan.
“Kita masuk dulu dengan bahasa mereka, baru kemudian mengenalkan nilai dan identitas partai,” katanya.
Melalui Rakornis ini, Golkar Jatim menegaskan komitmennya membangun kekuatan politik berbasis generasi muda. Penguatan kaderisasi hingga akar rumput diharapkan menjadi modal strategis untuk menghadapi dinamika politik nasional sekaligus memperluas basis pemilih pada Pemilu 2029.
(fir/min)












