Situasi Memanas Galian C Sayutan Dihentikan, Polisi Amankan 2 Alat Berat Ke Mapolres

MAGETAN – Ratusan warga Desa Sayutan Kecamatan Parang menolak tambang galian C dan menuntut penghentian aktivitas serta pemindahan alat berat.Menghindari situasi yang tidak kondusif Polisi evakuasi alat berat berlangsung dengan pengawalan ketat.

Perwakilan warga Dakun warga RT.12 desa Sayutan menyampaikan warga sebenarnya sudah berusaha menahan diri dan menunggu keputusan dari pihak terkait. Namun kesabaran mereka mulai habis karena tidak ada kepastian yang jelas. “Berhubung situasi sudah panas dan tidak sabar menunggu lagi, mereka tetap bertahan di lokasi. Dari pagi menunggu keputusan, ternyata belum ada hasil yang jelas,” kata Dakun.

Sementara itu Kapolsek Parang, AKP Sukarno, mengatakan langkah evakuasi alat berat dilakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. “Kondusivitas keamanan, kami amankan dua alat berat dan warga menyetujuinya,” ujar AKP Sukarno.

Situasi mulai mereda setelah aparat kepolisian menyampaikan bahwa alat berat diamankan keluar dari lokasi tambang. Menurutnya, pengamanan alat berat juga bertujuan mencegah kemungkinan terjadinya aksi perusakan yang justru dapat menimbulkan persoalan hukum baru. (*)

Penulis: Rudy Ardi