JAKARTA – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak tujuh agen perjalanan dan operator tur (TA/TO) asal Tiongkok menjelajahi destinasi unggulan Labuan Bajo dan Bali melalui Familiarization Trip (Famtrip) pada 19–25 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mendorong pelaku industri wisata Tiongkok merancang dan memasarkan paket perjalanan Indonesia bagi wisatawan negaranya.
Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan, peserta mendapatkan pengalaman langsung mengenai daya tarik destinasi, fasilitas, dan layanan pariwisata Indonesia.
“Famtrip ini dirancang untuk menunjukkan secara langsung bahwa destinasi unggulan Indonesia siap bersaing di pasar internasional dengan pengalaman kelas dunia,” kata Made dalam keterangannya, dikutip Jumat (30/10/2026).
Di Labuan Bajo, peserta menginap di AYANA Komodo Waecicu Beach dan mengikuti sunset dinner cruise menuju Pulau Kalong menggunakan kapal AYANA Lako Sae. Mereka juga menikmati perjalanan kapal pinisi serta snorkeling di Pulau Kelor, Pulau Padar, Pink Beach, dan Pulau Komodo.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan business matching bersama 14 pelaku industri pariwisata Indonesia. Pertemuan tersebut mempertemukan peserta dengan perwakilan maskapai, penyedia akomodasi, dan agen perjalanan, didukung Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) serta Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, dan Kebudayaan Kabupaten Manggarai Barat.
Selanjutnya, peserta mengunjungi Bali dan menginap di The Westin Resort & Spa Ubud. Mereka juga menikmati fasilitas spa serta menjelajahi kuliner khas Bali, termasuk kopi lokal.
Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara II Kemenpar Yulia mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari strategi memperkuat promosi pariwisata Indonesia di pasar Tiongkok. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan Tiongkok sepanjang 2025 mencapai 1,34 juta.
Sementara itu, pada Januari-Agustus 2026, kunjungan wisatawan Tiongkok mencapai 1,054 juta atau meningkat 16,46 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 905.002 kunjungan. Pertumbuhan tersebut melampaui kenaikan total kunjungan wisatawan mancanegara sebesar 5,38 persen.
“Melihat kualitas destinasi, fasilitas, dan infrastruktur di Labuan Bajo maupun Bali, kami sangat optimistis kegiatan ini dapat makin meningkatkan kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia,” ujar Yulia.
Melalui kegiatan ini, Kemenpar berharap kerja sama dengan pelaku industri perjalanan Tiongkok semakin berkembang sehingga mampu memperluas pemasaran paket wisata Indonesia dan meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara. (fri)







