MOJOKERTO – Sebanyak 647 warga Jawa Timur yang telah mendonorkan darah secara sukarela sebanyak 75 kali telah menerima penghargaan dan lencana dari Gubernur Jatim Khofifah. Salah satunya adalah Wartawan asal Mojokerto, Andy Yuwono perwakilan jurnalis Kabarterdepan.com.
Piagam penghargaan dan lencana diberikan pada perwakilan jurnalis asal Mojokerto , Andy Yuwono bersama 647 warga Jawa Timur yang telah mendonorkan darah secara sukarela sebanyak 75 kali. Pemberian penghargaan diserahkan langsung oleh Gubernur Jatim Khofifah Bersama Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Timur Imam Utomo, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.
“Saya merasa bersyukur bisa menyumbangkan darah untuk keberlangsungan hidup orang lain sebagaimana slogan PMI : Setetes darah Anda, nyawa bagi sesama”jelas Andy Yuwono., dikonfirmasi, Selasa (2/10/2026).
Andy menjelaskan penghargaan yang didapat merupakan bentuk penghargaan pemerintah bagi pedonor aktif. “Saya berharap dengan penghargaan ini menjadi penyemangat untuk lebih rajin mendonor darah dan menjadi inspirasi bagi rekan-rekan wartawan di Mojokerto maupun diluar Mojokerto juga terdorong ikut berpartisipasi mendonorkan darahnya pada kesempatan berikutnya,” harapnya.
Secara terpisah Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi kepada pendonor sekaligus mendorong penguatan ekosistem donor darah di Jawa Timur. Penghargaan ini bukan sekadar bentuk apresiasi, namun juga momentum untuk memperluas partisipasi masyarakat agar semakin banyak warga yang tergerak menjadi pendonor sukarela.
Khofifah menyoroti dua langkah strategi yang dinilai dapat memperkuat ketersediaan stok darah di Jawa Timur. Pertama, melakukan evaluasi sekaligus memperluas dan memeratakan basis pendonor sukarela, khususnya di wilayah kabupaten. Ia menilai masih terdapat kesenjangan lembaga donor antara sejumlah wilayah perkotaan dan kabupaten misalnya di Mojokerto.
Menurut Khofifah, fenomena serupa, terlihat di wilayah Probolinggo serta Malang. Kabupaten Malang, misalnya, memiliki wilayah dan jumlah penduduk yang lebih besar dibandingkan Kota Malang, namun pendonor sukarela masih perlu terus diperkuat.
“Mungkin nanti Kadinkes Jatim Prof Erwin dibimbing oleh Pak Imam Utomo supaya area-area yang masuk wilayah kabupaten ini juga keikutsertaannya bisa ditingkatkan,” pinta GUbernur Jatim.
Sementara itu, Ketua PMI Jawa Timur Imam Utomo menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Khofifah yang secara konsisten memberikan penghargaan kepada para pendonor darah sukarela, termasuk dengan menyerahkannya secara langsung di Gedung Negara Grahadi.
“Saya sampaiakan ribuan terima kasih kepada Ibu Gubernur yang telah memberikan waktu untuk menyerahkan penghargaan secara pribadi di Grahadi setiap tahunya,” ucapnya.
Menurut Iman Surabaya selama ini menjadi salah satu daerah yang memiliki kontribusi besar terhadap penyediaan kebutuhan darah di Jawa Timur. Setiap hari, PMI di Surabaya mampu melakukan pengambilan darah dari sekitar 400 pendonor.
Untuk itu Ia mengajak seluruh pendonor untuk berhitung. Jika seseorang telah mendonorkan darahnya sebanyak 75 kali, dan setiap kali donor diambil sekitar 350 cc darah, maka total darah yang telah disumbangkan oleh satu orang tersebut mencapai angka 26.000 cc. ”26.000 cc itu berarti 26 liter. Mereka ini sudah diambil darahnya 26 liter,” ungkap Imam Utomo..
Hebatnya, meskipun puluhan liter darah telah dikeluarkan dari tubuh mereka selama bertahun-tahun demi menolong sesama yang terkena musibah atau sakit, kondisi fisik ke-647 pahlawan kemanusiaan ini justru sangat prima. Ini terlihat para pendonor 75 kali semuanya terlihat sangat sehat, bugar, badannya terasa ringan, dan wajahnya tampak bersinar terang atau “mencereng”.
Disampaikan terima kasihnya yang tak terhingga kepada Gubernur Khofifah. Menurutnya, kesediaan Gubernur untuk meluangkan waktu menyerahkan penghargaan secara langsung di tempat penuh kehormatan seperti Gedung Grahadi setiap tahunnya adalah sebuah kebanggaan tersendiri bagi para relawan.
Imam Utomo melaporkan kondisi terkini terkait ketahanan stok darah di Jawa Timur. Ia membeberkan bahwa kebutuhan darah di provinsi ini sangatlah fantastis, menembus angka sekitar 900.000 kantong per tahun, atau secara spesifik pernah menyentuh angka 908.889 kantong.
Untuk memenuhi tingginya angka tersebut, PMI Jatim sangat bergantung pada para pendonor darah sukarelawan aktif yang rutin menyumbangkan darahnya setiap dua setengah hingga tiga bulan sekali.(*)







